Tentang Jelita

Kamis, 04/07/2019 WIB   664
web DIMADU

Ada Apa dengan Jelita?

Jelita (Jendela Literasi Kita) adalah salah satu kategori/rubrik/menu mayor di laman/website utama lembaga yang kami create menjadi ‘lumbung informasi/konten pengayaan’ khususnya bagi website utama lembaga dan perpustakaan online lembaga, wadah interaksi dan ruang baca online ‘tanpa batas’ untuk merevitalisasi fungsi Lored/Lorong Redaksi (lorong konsultasi bagi tulisan jurnal guru 4 b ke atas dan penghasil berita, feature, opini, catatan dan lain-lain untuk website)

Sebagai info/konten provider, layanan/kategori mayor ini prioritas utamanya mensupport/mensuplai berbagai konten/informasi pengayaan diantaranya kabar-kabar umum, artikel kekinian tentang perpustakaan, aneka praktik baik pendidikan, beragam e book dan lain-lain ke website utama lembaga, perpustakaan online lembaga dan media-media sosial lembaga (bila membutuhkan)

Bisa juga dianggap, Jelita hadir untuk menambah daya melayani Lorong Redaksi (yang seolah ‘lumpuh’ selama pandemi Covid-19), diantaranya membantu website utama lembaga dan perpustakaan online lembaga agar terus bergairah memperkaya koleksi bahan bacaannya melalui ‘pengayaan’/’kostumisasi’ produk konten baik melalui buku, majalah, jurnal, newsletter, paparan, video, infografik, narasi-narasi tunggal jurnalistik, podcast dan lain-lain sebagai wujud pelayanan prima ke customer

Dengan begitu kami dituntut terus produktif menghasilkan konten/informasi-informasi pengayaan dengan cakupan/ruang lingkup yang lebih luas atau mengglobal (mendunia). Oleh karenanya melalui Jelita kami mencoba secara bertahap, terus-menerus berimprovisasi “Mendekatkan Dunia ke Kita untuk Pendidikan yang Lebih Baik”

Jelita juga mencoba berusaha memerdekakan customer dalam berkegiatan. Di sini tanpa prosedur yang bertele-tele (rumit), customer bisa mengakses berbagai informasi yang tersedia, share ide atau gagasan, serta berbagi pengetahuan/cerita, diantaranya lewat tulisan, video, podcast, ilustrasi, infografik dan lain-lain.

Selain itu customer juga bisa request, berkonsultasi/bertanya, berdiskusi menghasilkan catatan/opini bersama, chat, mendengarkan musik sampai menonton film.

Poinnya, di Jelita, kami berusaha membuat layanan pendidikan makin ‘seru’, kaya konten, simpel, menghibur (rekreatif), membangun (konstruktif) dan dapat menjadi layanan pendukung bagi layanan-layanan pendidikan lainnya di lembaga kami (salah satunya bagi perpustakaan online lembaga) demi kepuasan customer

Sebelum ada Jelita (Jendela Literasi Kita):

  • Lored hanya sebagai ruang konsultasi artikel ilmiah untuk jurnal dari para guru golongan 4 b ke atas
  • Lored hanya memproduksi jurnal ilmiah tanpa ada usaha untuk mencharge kemampuan customernya untuk menulis artikel jurnal ilmiah yang baik/lebih baik
  • Belum ada sebuah platfrom yang antusias membantu pengayaan koleksi bacaan pada layanan lain milik lembaga, salah satunya perpustakaan online lembaga agar tidak terjebak (monoton) hanya pada buku-buku saja tanpa memiliki ragam/varian/jenis/format pilihan bacaan lain yang lebih variatif dan konstruktif dengan perputaran konten yang lebih dinamis bagi customer seperti majalah, jurnal, newsletter, paparan, video, infografik, narasi-narasi tunggal jurnalistik, podcast dan lain-lain 
  • Lored tidak memiliki produk lain sebagai pengganti majalah yang sebenarnya sempat menjadi kiblat lembaga lain dalam membuat media yang sama

Berikut beberapa improvisasi layanan (on progress) yang ada di Jelita (Jendela Literasi Kita):

1. Jelita (Jendela Literasi Kita) – on progess
Jendela/ruang online yang menyuguhkan berbagai informasi pengayaan pembuka cakrawala bagi customer yang ingin terus bergerak dan berani berubah ke pemikiran, arah dan kualitas yang lebih baik.

Di dalamnya melalui Jelita e-Book, ada berbagai bacaan pengayaan dari yang berat sampai ringan (termasuk novel, cerpen, buku motivasi/pengembangan diri, travel story dan lain-lain).

Sebagian besar sub kategori/menu/layanan, kontennya didominasi catatan/saduran inspiratif tentang pendidikan khususnya dari luar negeri (seperti saduran/catatan-catatan inspiratif mengenai praktik baik pendidikan di negara-negara maju seperti Amerika Serikat, Nowegia, Taiwan, Finlandia, Singapura, Cina, Jepang, Korea Selatan, Australia, Denmark dan lain-lain) terutama yang berada di peringkat 20 besar hasil PISA terbaru, diantaranya dalam melakukan penjaminan mutu pendidikan dan peningkatan budaya literasi

Dengan kata lain, ‘layanan ruang baca online’ dengan prioritas konten ‘education around the world’ yang bisa dipilih untuk menambah knowledge kita agar selalu “deras” akan ide-ide baru dalam berimprovisasi dan berinovasi memajukan pendidikan di Indonesia.

Sehingga taqline kami adalah Mendekatkan ‘Dunia’ ke Kita untuk Pendidikan yang Lebih Baik.

Jangan sampai kita bagaikan ‘katak dalam tempurung’ yang selalu terjebak dengan rutinitas, melulu terkungkung dengan buku panduan kegiatan tanpa mau berinovasi, sehingga lupa bahwa ‘masih banyak jalan menuju Roma’ (ada beragam strategi pendongkrak mutu dan kualitas pendidikan kita di luar sana, termasuk yang tidak pernah kita sangka-sangka/sentuh sebelumnya)

Poinnya, kami ‘menjelajahi’ dunia untuk memperbaiki pola pikir, mencari ide, pendekatan, strategi sampai inovasi-inovasi baru di pendidikan.

Oleh karenanya kami berharap di era Merdeka Belajar ini, customer bisa memanfaatkan layanan kami ini.

Melalui Jelita, ide, praktik baik, strategi dan lain-lain tadi semoga dapat menyebar lebih luas dan cepat khususnya di Jawa Timur, dan diadopsi/digunakan sesuai kebutuhan oleh customer kami dalam berkegiatan menuju ke mutu dan kualitas pendidikan yang lebih baik.

Sebelum ada Jelita (Jendela Literasi Kita):

  • Tidak ada platform khusus dari kami seperti Jelita (Jendela Literasi Kita) yang memerdekakan customer (khususnya guru, kepala sekolah, pengawas dan internal sekolah yang lain seperti pustakawan) untuk mendekatkan dirinya ke dunia, mengetahui dan mengenal pola pikir, ide, pendekatan, strategi sampai inovasi-inovasi baru pendidikan yang ada di berbagai belahan dunia demi pendidikan yang lebih baik.
  • Bila ada pun mungkin kebanyakan infonya berbahasa Inggris, bisa jadi dilewatkan begitu saja, padahal kontennya bagus
  • Belum adanya info/konten provider (‘lumbung informasi pengayaan’) di lembaga ini yang prioritasnya memperkaya layanan-layanan publikasi lain milik lembaga (khususnya website utama lembaga dan perpustakaan online lembaga) melalui suguhan informasi-informasi ‘pendidikan global’ (education around the world) yang bertujuan memperbaiki pola pikir, mencari ide, pendekatan, strategi sampai inovasi-inovasi baru di pendidikan

2. Bangku Sekolah (Bantu Dong Aku Seputar Sekolah) – on progress
Layanan sharing dan konsultasi (bertanya) online di Jelita mengenai cara, trik, strategi, menggali dan memunculkan inovasi maupun improvisasi dalam mengimplementasikan merdeka belajar, penjaminan mutu pendidikan (termasuk pemetaan mutu), penguatan pendidikan karakter, gerakan literasi sekolah, memaksimalkan higher order thinking skill (HOTS), kemampuan abad 21 dan aktivitas positif lain di sekolah

Memotivasi pula sekolah-sekolah negeri/swasta agar segera berbenah dengan saling belajar satu sama lain dengan motto: “dari sekolah untuk sekolah”

Di sini kami juga memposting berita, tulisan-tulisan selain berita, video, ilustrasi, audio, dan berbagai file-file penting terkait praktik baik pendidikan dan lain-lain khususnya dari website utama lembaga maupun ‘Jelita’ untuk para penanya

Bagi pertanyaan yang menarik atau sedang menjadi isu utama, kami kemas menjadi podcast

Sebelum ada Jelita (Jendela Literasi Kita):

  • Tidak tersedia layanan konsultasi online seperti Bangku Sekolah (Bantu Dong Aku Seputar Sekolah) bagi para pengunjung website, yang cepat, sewaktu-waktu, mudah dan murah (free) untuk bertanya mengenai cara, trik, strategi, menggali dan memunculkan inovasi maupun improvisasi dalam mengimplementasikan merdeka belajar, penjaminan mutu pendidikan (termasuk pemetaan mutu), penguatan pendidikan karakter, gerakan literasi sekolah, memaksimalkan higher order thinking skill (HOTS), kemampuan abad 21 dan aktivitas positif lain di sekolah.
  • Bila ada, kemungkinan masih dikelola per seksi melalui grup WA (WhatsApp) per seksi atau grup WA dari para JFT (Jabatan Fungsional Tertentu) untuk customer dan menunggu adanya sharing knowledge atau bimtek (bimbingan teknis) dari lembaga

3. Doli (Dokter Literasi) – on progress
Sub kategori ini bukanlah layanan komersil di dekat Pacar Kembang Surabaya yang telah ditutup, namun layaknya layanan dokter dalam arti sesungguhnya.

Bidang yang kami tangani seputas literasi produktif (menulis), khususnya memulihkan hasil pena dari siswa, guru, kepala sekolah, pengawas sekolah dan lain sebagainya yang masih belum fit.

Bila dianalogikan sebagai manusia, bagi opini yang sedang demam, bisa disembuhkan.

Feature yang batuk-batuk juga bisa dipulihkan. Artikel jurnal ilmiah, tulisan-tulisan populer lain yang masih gatal-gatal, segera saja diberi salep agar lekas hilang

Poinnya adalah layanan konsultasi online mengenai dunia tulis menulis (literasi produktif) yang di dalamnya terdapat himbauan untuk selalu “Gemetar” (Gerakkan Menulis untuk Belajar)

Di layanan ini, kami juga menyediakan beberapa contoh template penulisan seperti menulis jurnal ilmiah, berita, opini, catatan dan feature dalam beberapa gaya/style (sementara ini dulu).

Sehingga pengunjung bisa tahu secara gamblang langkah-langkah dalam menulis di beberapa format tulisan tersebut.

Sebelum ada Jelita (Jendela Literasi Kita):

  • Sebelum Doli (Dokter Literasi) dibangun, konsultasi mengenai literasi produktif, seperti menulis artikel jurnal akan dilakukan di Lored. Itu sangat menyita tenaga, biaya dan waktu customer. Seandainya online pun, belum terintegrasi di satu platform (masih per email penyunting atau customer). Itupun hanya konsultasi hasil review artikel jurnal customer dari penyunting.
  • Tidak tersedia juga layanan template tulisan untuk jurnal ilmiah, berita, opini, catatan dan feature dalam beberapa gaya/style yang membuat customer tahu secara gamblang langkah-langkah dalam menulis di beberapa format tulisan tersebut.

4. Lajur (Layanan Jurnal) Ilmiah – on progress
Lored (Lorong Redaksi) bertransformasi ke platform online menjadi Jelita tanpa memindahkan/meninggalkan supportnya ke publikasi tulisan-tulisan ilmiah melalui sub kategori Lajur Ilmiah.

Maka bagi para pendidik/guru khususnya golongan 4 b ke atas, jangan khawatir, mempublikasikan artikel ilmiah di Jurnal Ilmiah Inspirasi khususnya tetap menjadi salah satu prioritas kami.

Hanya keseluruhan proses, mulai konsultasi awal, submit artikel, hasil review dari penyunting, sampai konsultasi mengenai hasil review hingga melihat masuk atau tidaknya artikel tersebut ke Jurnal Ilmiah Inspirasi dilakukan secara online

Untuk konsultasi, customer bisa langsung ke Doli (Dokter Literasi)

Tersedia podcast juga nantinya yang membahas seputar cara, strategi, tehnik menulis artikel ilmiah, ragam artikel ilmiah di jurnal ilmiah dan pengelolaan jurnal ilmiah, salah satunya menggunakan platform OJS (Online Journal System)

Sebelum ada Jelita (Jendela Literasi Kita):

  • Tidak adanya layanan submit dan konsultasi online artikel jurnal yang terintegrasi di satu layanan (jelas dan tidak membingungkan) seperti Lajur (Layanan Jurnal) Ilmiah.
  •  Customer tidak tahu secara jelas artikel jurnalnya yang tersubmit sampai ditahap apa, apakah masuk atau tidak artikel tersebut ke Jurnal Ilmiah Inspirasi harus bertanya dulu ke pengelola jurnal.
  • Tidak ada layanan khusus seperti podcast yang membahas tentang cara, strategi, tehnik menulis artikel ilmiah, ragam artikel ilmiah di jurnal ilmiah dan pengelolaan jurnal ilmiah, termasuk yang menggunakan platform OJS (Online Journal System)

5. Cerito Komplit (Komunitas dan Penggiat Literasi) – on progress
Salah satu sub kategori di ‘Jelita’ yang menggerakkan para penggiat literasi (jurnalis, para diaspora Indonesia di luar negeri, siswa, guru, kepala sekolah, pengawas sekolah, mahasiswa, dan lain sebagainya) berbagi cerita-cerita inspiratif seputar tren-tren/ragam strategi pendongkrak budaya literasi (termasuk praktik baik penjaminan mutu pendidikan), khususnya di negara-negara maju yang peringkat PISA terbarunya berada di urutan 20 besar lewat tulisan jurnalistik dengan berbagai format (tidak hanya opini)

Karena juga diprioritaskan untuk jurnalis bercerita, sub layanan ini bisa dimanfaatkan customer untuk belajar menulis ke para jurnalis profesional secara tidak langsung, dengan cara ATM (Amati, Tiru dan Modifikasi)

Sebelum ada Jelita (Jendela Literasi Kita):

  • Cerito Komplit (Komunitas dan Penggiat Literasi) berbeda dengan Opini Umum yang ada lebih dahulu di website utama lembaga.
  • Opini Umum format tulisannya adalah opini, dan itu wajib. Sedangkan di Cerito Komplit lebih bebas, bisa berita, feature, opini, catatan dan format konten jurnalistik tulis lainnya.
  • Opini umum bukan untuk internal sekolah dan jurnalis. Sedangkan Cerito Komplit memprioritaskan, diantaranya selain internal sekolah penulis, juga ke jurnalis agar kami bisa belajar menulis lewat karya mereka yang dipublikasikan di sub kategori/layanan/menu ini, seperti apa saja tulisan jurnalistik yang baik

6. Rudi (Ruang Diskusi) – on progress
Jelita memfasilitasi internal lembaga untuk mendiskusikan beberapa topik yang spesifik mengenai pendidikan yang dapat dikaitkan ke merdeka belajar, penjaminan mutu pendidikan, gerakan literasi maupun penguatan pendidikan karakter (dan lain-lain yang masih di dalam lingkup pendidikan dasar dan menengah).

Topik diskusi bisa dari pengelola atau dari peserta dan terjadwal sebelumnya dengan menghadirkan praktisi pendidikan yang kompeten di bidangnya bila diperlukan.

Hasil dari diskusi akan dinarasikan menjadi artikel pendidikan yang harapannya dapat menjadi sumber referensi yang menginspirasi dan memotivasi dunia pendidikan kita untuk berlari menjadi lebih baik .

Peserta diskusi maksimal 6 orang

Terkait penulisan catatan atau opini telah tersedia template onlinenya, sehingga catatan atau gagasan dapat diinput ke template yang telah tersedia di ruang ‘Obama’ (Opini Bersama)

Sebelum ada Jelita (Jendela Literasi Kita):

  • Belum ada nya fasilitas online yang jelas seperti Rudi (Ruang Diskusi) bagi seluruh internal lembaga untuk fokus berdiskusi menghasilkan catatan-catatan baru seputar pendidikan disertai template penulisan yang jelas, dan hasilnya dapat diakses oleh customer

7. +Pusat Imajinasi – on progress
Sub kategori ini nantinya juga menayangkan dan menyajikan video-video dan ilustrasi-ilustrasi kreatif, inovatif, inspiratif dan menggelitik karya siswa, guru, kepala sekolah, pengawas sekolah, mahasiswa dan lain sebagainya

Harapannya karya para imajinator tanpa batas tadi (para generasi penemu dengan daya imajinasi dan inovasi yang tinggi) dapat terpublikasikan secara massif dan menuai manfaat bagi siapapun yang mengaksesnya

Sedangkan melalui pojok ilustrasi, karya ilustrasi mereka dapat disebarluaskan dan mengisnpirasi secara massif pula.

Mengapa ilustrasi? Karena minat baca, khususnya bagi anak, akan ikut tumbuh dengan melihat visualisasi yang menarik. Harapannya tidak hanya sampai membaca, tetapi jatuh hati juga untuk berkarya baik melalui tulisan, gambar, video dan lain sebagainya

Sementara ini, di sub kategori/layanan/menu ini, kami masih mempublikasikan ragam video pendidikan khusus dari kanal You Tube Kemendikbud dan ragam video inspiratif/praktik baik pendidikan dari berbagai negara yang isinya kami terjemahkan dan narasikan/sadur ke bahasa Indonesia.

Sebelum ada Jelita (Jendela Literasi Kita):

  • Tidak tersedia sub kategori di website utama lembaga seperti +Pusat Imajinasi yang menayangkan ragam video pendidikan khusus dari kanal You Tube Kemendikbud dan ragam video praktik baik pendidikan dari berbagai negara yang isinya kami terjemahkan dan narasikan/sadur ke bahasa Indonesia.
  • Selain itu, belum terdapat juga ruang atau kategori yang memberikan apresiasi ke karya-karya imajinatif customer, khususnya masyarakat internal sekolah melalui video dan ilustrasi dengan cara mempublikasikannya di website utama lembaga.

8. MSG (Mikir Sing Genah) untuk Pendidikan – on progress
Kami mengajak customer untuk benar-benar memikirkan, tindakan apa saja yang harus dilakukan untuk menuju pendidikan yang lebih baik.

Dengan MSG untuk Pendidikan, kami hadir untuk ngobrol/berbincang santai dari hati ke hati bersama para widyaprada, pengembang teknologi pembelajaran, guru penggerak, praktisi pendidikan, pengamat pendidikan, para diaspora Indonesia di luar negeri, orangtua siswa/murid, sukarelawan pendidikan (bisa dari kalangan selebriti) dan lain sebagainya (dikemas menjadi podcast) demi menginspirasi dan memotivasi customer agar segera bergerak melakukan hal yang benar “seremeh” apapun itu bagi dunia pendidikan (meskipun dianggap kurang strategis/penting oleh kebanyakan orang)

Sebelum ada Jelita (Jendela Literasi Kita):

  • Belum ada pilihan sub layanan informasi bagi customer melalui podcast seperti MSG (Mikir Sing Genah) untuk Pendidikan, yang mengajak customer mendengarkan one way info atau obrolan santai dari hati ke hati untuk memikirkan sebenar-benarnya/mencermati/tidak melewatkan hal-hal kecil yang terlihat remeh di pendidikan, karena bila hal-hal tersebut diacuhkan, justru akan menghambat dan memperlambat laju terobosan-terobosan besar untuk memperbaiki mutu dan kualitas pendidikan kita, khususnya di Jawa Timur.

9. Pergi (‘Penerjemah’ Berbagi) ke Sekolah – on progress
Untuk membantu sekolah-sekolah mengetahui secara jelas dan benar (agar terhindar dari kesenjangan pengetahuan/wawasan + distorsi pemahaman intelektual) konten-konten praktik baik pendidikan terbitan berbagai lembaga/organisasi-organisasi internasional yang konsen mempublikasikan catatan-catatan (laporan-laporan) apik pendidikan “around the world” (literatur-literatur berbahasa asing), kami menyuguhan sub kategori/layanan/menu untuk membantu sekolah-sekolah di Jawa Timur memahaminya dengan Pergi ke Sekolah

Kita semua tahu, sudah banyak informasi-informasi berbahasa asing yang diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia, namun yang belum diterjemahkan juga lebih banyak

Oleh karenanya kami tidak ingin customer kami, khususnya internal sekolah melewatkan begitu saja ‘harta karun’ tersebut hanya karena terkendala kemampuan bahasa Inggrisnya atau memang kurang ada greget untuk mengeksplorasi dan memahaminya

Teknisnya, di sub kategori ini, kami berbagi lewat terjemahan yang telah tersadur melalui podcast dan artikel.

Selain memberdayakan para personel di internal lembaga yang kompetensi berbahasa Inggrisnya mumpuni dan memiliki kemampuan penterjemahan bahasa yang baik, nantinya kami juga berencana bekerjasama dengan HPI (Himpunan Penerjemah Indonesia), adik-adik mahasiswi dan mahasiswa yang ingin eksis di dunia per-podcsat-san dan ingin turut ‘bersuara’ untuk perbaikan pendidikan di Indonesia (khususnya di Jawa Timur) baik dari Unair, Unesa, Uinsa, Ubaya dan lain-lain yang memiliki kemampuan berbahasa Inggris (Academic English) yang excellent.

Namun sebenarnya, berbagi hasil terjemahan ke masyarakat internal sekolah ini bisa dengan siapa saja, asalkan dengan kemampuan menterjemahkan bahasa asing (bahasa Inggris) yang excellent.

Terjemahan tidak harus 1 buku habis, namun bisa diambil dari bagian-bagian menarik sebuah buku atau produk-produk bacaan online maupun offline lain yang sumbernya jelas dan dapat dipertanggungjawabkan, baik yang disajikan melalui narasi, grafis, audio, video dan lain-lain dengan materi yang berkaitan erat dengan penjaminan dan peningkatan mutu serta kualitas pendidikan di jenjang pendidikan dasar dan menengah (khususnya dalam mendongkrak budaya literasi dan numerasi masyarakat internal sekolah)

Untuk lebih efektif dan efisien dalam berbagi melalui sub layanan Pergi (Penerjemah Berbagi) ke Sekolah, khususnya di masa pandemi seperti saat ini, kami mencoba melakukannya melalui Si Jempol (Saluran Informasi Jemput Bola) dengan menghadirkan Jelita (Jendela Literasi Kita) ke ruang-ruang online internal (website-website) sekolah agar lebih mudah diakses khususnya oleh kepala sekolah, guru, pustakawan, laboran, komite sekolah, pengawas dan lain-lain

Sekolah dapat juga request ke kami bahan/materi menarik berbahasa asing yang perlu diterjemahkan dan disadur (sesuai kebutuhan mereka)

“Untuk saat ini customer yang di blog/website pribadinya atau di website lembaga/organsasinya terdapat poster dan link kami, bisa memilih artikel-artikel berbahasa Inggris yang kami sediakan di layanan Jelita ini untuk diterjemahkan dan disadur ke dalam bahasa Indonesia . Lebih lanjut (detil), silahkan hubungi: 085732044301”

Sampai saat ini sudah ada beberapa sekolah yang join dan sedang dalam proses memasang poster Pergi (Penerjemah Berbagi) ke Sekolah di web sekolahnya masing-masing, sekaligus menge-link-kannya ke alamat Jelita (Jendela Literasi Kita) ini, diantaranya:

Berikut beberapa pilihan posternya:

Sebelum ada Jelita (Jendela Literasi Kita):

  • Sub kategori/layanan/menu Pergi (‘Penerjemah’ Berbagi) ke Sekolah dengan beberapa layanan di dalamnya seperti ‘request’, ‘terjemahan’ dan ‘podcast’ yang nantinya berkolaborasi salah satunya dengan teman-teman kampus (para mahasiswa,) untuk melayani customer yang rasa ingin tahunya besar ke informasi/referensi-referensi pendidikan berbahasa asing tapi terkendala penguasaan bahasa sehingga melewatkannya begitu saja, belum pernah ada sebelumnya di website utama lembaga

10. Fokus ke Kamu (‘Kafe Ilmu’) – on progress
Kami juga mencatat berbagai praktik baik mengenai pengelolaan perpustakaan dan pengembangannya (khususnya perpustakaan sekolah) yang terdapat di berbagai belahan dunia, diantaranya di negara-negara maju yang kami publikasikan di Jelita melalui sub kategori/layanan/menu Fokus ke Kamu baik dalam bentuk artikel terjemahan yang telah tersadur maupun podcast

Sebenarnya Kafe Ilmu adalah julukan ‘urban’ dan imajinatif kami ke perpustakaan. Dan kami tidak bisa membiarkan terus menerus perpustakaan hanya menjadi ‘anak bawang’ khususnya di sekolah

Era Merdeka Belajar adalah kesempatan bagi perpustakaan (termasuk perpustakaan sekolah) untuk bangkit dari keterpurukan.

Di sini customer juga dapat berbagi praktik baik dalam mengelola dan mengembangkan perpustakaan

Bagi yang haus akan ide-ide unik seputar perpustakaan, sebenarnya kami berencana menyediakan Toko Ide terkait perpustakaan. Harapannya kita akan melihat berbagai ide-ide unik yang inspiratif dari berbagai belahan dunia, salah satunya untuk memajukan kualitas layanan perpustakaan agar terwujud kemerdekaan dan kenyamanan masyarakat dalam mengakses ilmu dan pengetahuan, baik secara offline (datang langsung ke perpustakaan) maupun online (menggunakan teknologi internet)

Namun kami berimprovisasi lain dengan menggabungnya di Toko Ide Dorami (Dongrak Literasi dan Numerasi)

Sebelum ada Jelita (Jendela Literasi Kita):

  • Belum tersedia sub kategori/layanan/menu di website utama lembaga, yang menyuguhkan catatan berbagai praktik baik khusus mengenai pengelolaan perpustakaan dan pengembangannya (khususnya perpustakaan sekolah) yang terdapat di berbagai belahan dunia khususnya di negara-negara maju.
  • Belum tersedia sub kategori/layanan/menu khusus seperti Fokus ke Kamu (Kafe Ilmu) untuk memerdekakan customer dalam berbagi melalui bahasa tutur mengenai praktik baik mengelola dan mengembangkan perpustakaan (khususnya perpustakaan sekolah) yang juga informasinya, baik dari kami maupun customer, beberapa akan dikemas dalam bentuk podcast

11. Si Jempol (Saluran Informasi Jemput Bola) – on progress
Ini adalah sub kategori/layanan/menu yang merubah paradigma lama pendistribusian informasi ke customer, dengan cara menjemput bola.

Prinsipnya, sudah saatnya bukan customer lagi yang harus bersusah payah mencari informasi (inspirasi/motivasi), tapi informasilah (inspirasi/motivasi) yang mendatangi mereka.

Terlebih saat ini grup WA (WhatsApp) tak terhitung jumlahnya.

Hal tersebut seharusnya dapat dimanfaatkan untuk mempublikasikan aktivitas/kegiatan lembaga dan informasi-informasi pengayaan yang inspiratif dan memotivasi customer

Sebelum ada Jelita (Jendela Literasi Kita):

  • Belum terpikirkan untuk memaksimalkan berbagi info dengan model jemput bola atau Si Jempol (Saluran Informasi Jemput Bola) ke grup atau WA customer dengan lebih teroganisir, tertata dan berkelanjutan.

12. Bel (Bantuan Eksplorasi Laman) – on progress
Sub layanan ini berguna bilamana ada customer kami yang kebingungan saat bereksplorasi/berselancar mencari informasi-informasi yang mereka butuhkan di website utama lembaga maupun di Jelita

Kami menganggap, terobosan ini sangat membantu sekali karena pemandu dapat langsung berinteraksi dengan para customer yang tersesat tersebut via chat maupun call WhatsApp (WA) di 085732044301 untuk menemukan informasi yang mereka cari dan tersedia di website utama lembaga maupun Jelita

Terkadang di dunia nyata, saat kita tersesat di suatu tempat, pasti kita butuh pemandu kan?

Begitu juga di platform online

Sebelum ada Jelita (Jendela Literasi Kita):

  • Sebelumnya di website utama lembaga belum ada layanan pandu seperti Bel (Bantuan Eksplorasi Laman) yang pasti dan tetap serta fokus membantu customer yang bingung/tersesat dalam mencari dan menelusuri informasi, baik di website utama lembaga maupun di Jelita.

13. Jenius (Jendela Informasi dan Musik) – on progress
Ini adalah salah satu sub kategori/layanan/menu di website utama lembaga yang akan ‘bermigrasi’ ke ‘Jelita’.

Sub kategori/layanan/menu ini menyajikan ragam info pendidikan dari media-media massa nasional (dalam berbagai bentuk, diantaranya: naskah, foto, audio, video dan infografis) beretalase chat layaknya WhatsApp (WA) diselingi list lagu-lagu kekinian yang ‘easy listening’ sebagai hiburan (rekreatif) bagi customer

Sebelum ada Jelita (Jendela Literasi Kita):

  • Sub kategori/layanan/menu Jenius (Jendela Informasi dan Musik) masih diunggah di website utama lembaga

14. Di Madu (Mata Dunia) – on progress
Inspirasi, motivasi, kreatifitas maupun inovasi datangnya bisa bersumber darimana saja. Begitu pula di pendidikan. Program maupun produk-produk pendidikan bisa saja awalnya terinspirasi dengan melihat berbagai hal baik/positif atau buruk/negatif di lintas bidang

Tidak harus, untuk untuk memperluas cakrawalanya seorang guru melulu mengakses informasi-informasi pendidikan saja, bisa-bisa malah jenuh dan mengalami stagnasi

Agar tidak terjadi seperti itu, Jelita mencoba menayangkan juga informasi-informasi non pendidikan dari luar negeri lewat sub kategori Di Madu, mulai dari seni, budaya, traveling, kuliner, olahraga, pandemi Covid-19, sosial, ekonomi dan lain-lain

Dengan makin beragam dan meluasnya wawasan kita, tentu kreatifitas, improvisasi maupun inovasi kita untuk berkarya memberikan solusi terhadap permasalahan-permasalahan yang muncul di bidang pendidikan (khususnya jenjang pendidikan dasar dan menengah) juga bervariasi, tidak mentok pada strategi yang itu-itu saja

Sebelum ada Jelita (Jendela Literasi Kita):

  • Informasi melulu tentang pendidikan. Tidak pernah mencoba untuk memerdekakan satu kategori di website utama lembaga untuk berbagi informasi non pendidikan (umum) ke customer seperti Di Madu (Mata Dunia)

15. Sportivitas (Spot Kreativitas) dan Promo (Produk Motivasi) Kami – on progress
Sub kategori/layanan/menu ini mempersembahkan ke customer karya-karya kreatif dan produk-produk motivasi dari para pegawai di lembaga kami (non JFT/Jabatan Fungsional Tertentu).

Keluaran-keluaran di sini, ‘sementara’ fokus ke infografik dan video-video layanan masyarakat di bidang pendidikan yang membangun atau menjelaskan (menyampaikan) informasi secara kreatif ke customer

*Info detil terkait hal di atas, hubungi 085732044301

Backgroundnya selain memperjelas tentang sesuatu dan memotivasi customer, kami berusaha agar seluruh pegawai dapat ‘merdeka’ menuangkan kreativitasnya di sini. Karena menurut kami, hal tersebut akan membuat kami menjadi pembelajar sepanjang hayat

Kami adalah lembaga penjaminan mutu yang terus berusaha memperbaiki mutu pendidikan di wilayah kerja kami. Maka sudah seharusnya, kami sendiri wajib berupaya untuk terus menjaga kualitas diri kami dengan belajar dan berkarya demi kemajuan pendidikan di wilayah kerja kami

Bagaimana bisa, ‘menjamin’/’memerdekakan’ mutu orang lain tanpa ‘menjamin’/’memerdekakan’ mutu diri sendiri?

Beberapa contoh infografik dari antaranews.com:

‘Saldo’ improvisasi sub layanan kami:

1. Toko Ide Dorami (Dongkrak Literasi dan Numerasi)
Kami percaya ide itu penting. Ia adalah awal dari sebuah kreativitas dan inovasi.

Tanpa ide, no kreativitas dan inovasi.

Bila kami masih meremehkan apa yang disebut ‘ide’. Itu berarti kami tidak bersyukur

Maka untuk mewujudkan rasa syukur tersebut serta ‘memanusiakan’ kita semua, kami hadirkan di Jelita, Toko Ide Dorami

Bagi yang antusias membagikan free ide-idenya terkait dongkrak literasi dan numerasi, salah satunya di sekolah, dapat memanfaatkan sub kategori/layanan/menu ini

Sebelum ada Jelita (Jendela Literasi Kita):

  • Belum terdapat sub kategori/layanan/menu khusus seperti Toko Ide Dorami (Dongkrak Literasi dan Numerasi) untuk mengeksplorasi, dan menampung ide-ide dari customer menggunakan bahasa tutur untuk dishare agar publik tahu,sehingga dapat menjadi inspirasi dan motivasi bagi siapa saja dalam mendongkrak budaya literasi dan numerasi khususnya di sekolah.

2. Promo (Program Motivasi) dan Salipan (Saling Liputan) ke Sekolah
Sesekali kami ingin turun ke sekolah untuk melihat kondisi pendidikan kita di lapangan di era new normal ini..

Kami berharap bisa tahu langsung apa yang sebenarnya mereka butuhkan dari kami.

Salah satu cara yang kami ambil agar turut memperkenalkan serta makin mendekatkan manfaat layanan kami ke para customer adalah lewat Promo dan Salipan ke Sekolah

Di sini kami turun ke sekolah juga untuk memberikan motivasi ke internal sekolah terkait/masih berhubungan dengan perbaikan mutu dan kualitas pendidikan dasar dan menengah

Pelaku program ini adalah kami yang ingin terus belajar, berkembang dan berbagi pengetahuan, skill dan pengalaman

Agar tidak menjadi beban pelaku program, pemilihan konten disesuaikan dengan kemampuan masing-masing, spesifik, dikuasai benar dan tidak membosankan (materi/kontennya mengena ke customer).

Oleh karenanya, memang lebih baik bila konten motivasi dikomunikasikan sebelumnya ke sekolah agar sesuai dengan kebutuhan masyarakat internal sekolah

Untuk berapa lama? Di bagian sekolah yang mana? Siapa yang dimotivasi? Dan lain-lain, tergantung kesepakatan sebelumnya dengan internal sekolah

Bisa saja tempatnya di kantin sekolah, perpustakaan sekolah, di bawah pohon rindang yang ada di halaman atau taman sekolah dan lain sebagainya

Just be creative, heart to heart, jangan terlalu formal, santai aja tapi tetap sopan, santun, ‘bersih + bebas melayani’, menginspirasi dan memotivasi

Di sini, kami juga akan mengeksplor ikhtiar sekolah untuk meningkatkan mutu dan kualitasnya, keunikan atau keunggulan dari sekolah tersebut (bisa kita angkat dari kegigihan gurunya, semangat belajar siswanya dan lain-lain) untuk kami tayangkan di web utama dan Jelita

Bila situasi masih belum kondusif bagi kami untuk terjun langsung ke sekolah, kedua akivitas tersebut bisa juga dilakukan secara daring.

Liputannya, dengan menyiapkan file pertanyaan untuk mengumpulkan data-data yang kami butuhkan dalam membuat berita atau informasi tentang ikhtiar, keunikan atau keunggulan sekolah

Bagi sekolah yang berkenan menulis cerita sendiri, akan kami berikan template penulisannya.

Bagi Promo dan Salipan ke Sekolah yang menurut kami sangat menginspirasi akan kami tayangkan juga melalui podcast (bisa interview atau solo)

Sebelum ada Jelita (Jendela Literasi Kita):

  • Sebelumnya kami di internal belum pernah memerdekakan diri kami untuk berbagi langsung ke sekolah dengan cara seperti ini
  • Sebagian besar turun ke lapangan sekedar menunaikan tugas administratif, tanpa berusaha dengan hati untuk berbagi sesuatu yang spesifik ke sekolah sekaligus menggali dan menunculkan apa yang sebenarnya unik atau bisa menjadi keunggulan dari sekolah tersebut
  • Secara pribadi kita tidak pernah meminta ke sekolah yang kita tuju, apa sebenarnya  hal-hal yang spesifik di sekolah, yang ingin mereka tingkatkan kualitasnya
  • Para personel lembaga kurang membebaskan diri untuk bereksperiman atau bereksplorasi  untuk meningkatkan mutu dan kualitas pendidikan dari hal-hal yang kecil/spesifik
  • Belum adanya cara belajar seperti ini sebelumnya. Belajar dan berbagi langsung ke sekolah dengan merdeka namun tetap bertanggungjawab

3. Film Akhir Pekan.
Di sini kami menanyangkan berbagai film-film global baik yang bergenre pendidikan atau tidak bergenre pendidikan namun sangat mengedukasi/mendidik (inspiratif & memotivasi) yang menonton.

Global film yang dimaksud di sini adalah tidak hanya film-film Indonesia yang edukatif, namun berbagai film dari belahan dunia yang memang patut untuk disimak oleh customer kami.

Yang terpenting saat menonton, “please take the positives”

Sebelum ada Jelita (Jendela Literasi Kita):

  • Nonton Bareng (Nobar) film-film edukatif dilakukan di lembaga. Belum ada sub kategori/layanan/menu di website utama lembaga yang bernuansa rekreatif menyuguhkan film-film edukatif seperti Film Akhir Pekan yang dapat disimak melalui online oleh customer tanpa harus datang dan nonton bareng di lembaga

4. Koran (Kotak Saran)
Kami membutuhkan sekali saran/masukan dari customer agar perfomance media keterbukaan informasi publik lembaga kami (dalam hal ini website, salah satunya untuk kategori mayornya seperti Jelita) dapat benar-benar menyajikan apa yang dibutuhkan oleh customer melalui kostumisasi muatan-muatan dan ragam sub layanan yang mampu menumbuhkan dan membangkitkan semangat (motivasi) mereka untuk melakukan yang terbaik bagi peningkatan mutu dan kualitas pendidikan khususnya di JawaTimur

Oleh karenanya kami hadirkan Koran untuk menampung saran/masukan membangun dari customer ke kami

Sebelum ada Jelita (Jendela Literasi Kita):

  • Belum ada layanan di website utama lembaga kami seperti Koran (Kotak Saran) yang menampung ragam masukan dari customer untuk Jelita. Customer pasti memiliki ragam keinginan, apa yang sebaiknya muncul di Jelita, apa yang sebaiknya tidak dan lain-lain.
  • Sementara ini di website utama lembaga ada survey kepuasan pelanggan dengan pilihan: tidak memuaskan, memuaskan dan sangat memuaskan, tanpa ada usaha dari kami untuk tahu lebih dalam pendapat customer tentang Jelita

5. Melejit (Melek Literasi dan Jurnalisme Digital)
Saatnya memberikan pilihan ke customer untuk bisa dan terus berkarya lewat hal baru, salah satunya membuat konten-konten kreatif pendidikan melalui atau menyebarkan kebaikan lewat podcast.

Menyampaikan konten-konten kreatif pendidikan lewat podcast tidak kalah menarik dengan You Tube, masing-masing memiliki keunikan.

Sampai saat narasi ini kami buat, kami belum menemukan sama sekali, salah satunya di Spotify, guru-guru kita berbagi inspirasi maupun praktik baik melalui podcastnya sendiri

Di luar negeri, 2 diantaranya di Australia dan Amerika Serikat, pendidik menyampaikan konten-konten kreatif pendidikan, atau berbagi praktik baik pendidikan lewat podcast yang diunggah di blog pribadinya (seperti layaknya artikel) dan di platform global seperti Spotify dan lainnya sudah menjadi habbit di keseharian mereka dalam berbagi inspirasi dan motivasi

Nge-You Tube, asyik dan kreatif. Berbagi info lewat infografis atau artikel dan sejenisnya, cerdas dan estetik . Mau nyoba hal baru nggak nih lewat podcast? Dijamin seru, layaknya penyiar radio!

Karena hal tersebut juga dapat menumbuhkan melek ke literasi dan jurnalisme digital bagi guru maupun siswa, maka Jelita mencoba untuk memfasilitasinya melalui program Melejit lewat podcast agar pendidik, siswa dan siapaun yang berminat makin cakap digital

Sebelum ada Jelita (Jendela Literasi Kita):

  • Belum ada sub kategori/layanan/menu seperti Melejit (Melek Literasi dan Jurnalisme Digital di website uta)ma lembaga yang berimprovisasi mengajak dan membelajarkan customer (khususnya internal sekolah) untuk berbagi inspirasi, motivasi maupun praktik baik/inovasi dengan lebih cair dari hati ke hati melalui podcast, dan dipublikasikan tidak hanya melalui platform media publikasi online lembaga, namun juga melalui platform global media digital, salah satunya Spotify

6. Gemes (Gerakkan Menulis Siswa) sama Guru
Kemampuan sekolah mencapai Standar Nasional Pendidikan, salah satunya Standar Kompetensi Lulusan, tidak bisa lepas dari bagaimana keterampilan, pengetahuan dan sikap siswanya.

Maka usaha aktif menumbuhkan budaya literasi khususnya bagi siswa dan guru sangatlah penting, utamanya dalam proses belajar mengajar.

Dengan kemampuan literasi menyeluruh (budaya baca-tulis yang tinggi), ketiga komponen tersebut akan mudah diraih oleh siswa

Mengingat hal tersebut, terlebih lembaga kami adalah lembaga penjaminan mutu pendidikan, harusnya kami selalu mengusahakan agar budaya literasi di sekolah, khususnya bagi guru dan siswa makin hari makin membaik dan membudaya

Maka kami fasilitasi usaha tadi lewat Gemes sama Guru, diantaranya melalui kursus online yang telah terjadwal untuk para customer, dan beberapa materi pengayaan/ekstranya kami siarkan melalui ‘solo podcast’ atau ‘interview podcast’ dengan praktisi literasi produktif yang kompeten di bidangnya masing-masing.

Sebelum ada Jelita (Jendela Literasi Kita):

  • Gemes (Gerakkan Menulis Siswa) sama Guru di tahun 2018 dan 2019 lalu hanya di gelar saat peringatan Hardiknas saja. Sehingga pendidik/guru yang berminat tapi domisilinya jauh dan bukan dari Jawa Timur, belum bisa mengikuti event tersebut.
  • Lembaga kami sebelum Gemes sama Guru hadir di Hardiknas tahun 2018 dan 2019, konsentrasi ke literasi produktif masih sebatas pada penulisan hasil penelitian tindakan kelas (ptk) guru.
  • Meski sempat beberapa kali saat pandemi tahun 2020 mengadakan sharing knowledege tentang teknis dasar menulis buku, namun masih belum cukup memberikan pilihan ke customer untuk berkarya lewat tulisan dengan memperhatikan pula perbedaan minat, kebutuhan, kemampuan, ketersediaan waktu, referensi dan lain-lain

7. Penyedia PNS (Portal News Sekolah) Elegan dan Profesional
Sub kategori/layanan yang menyediakan Portal News Sekolah yang elegan dan profesional

Di sini sekolah-sekolah dapat eksis melalui website yang setara dengan portal-portal berita media massa profesional

Sudah tidak jaman bila website sekolah hanya sekedar media pelengkap dengan penampilan seadanya dan ‘miskin’ informasi

Bila ada pun, bukan info yang dinamis

Sekolah adalah lembaga pendidikan dengan para pendidik dan tenaga kependidikan yang ‘well educated’

Maka alangkah baiknya bila mereka mampu menjamin mutunya, yang dapat juga dilihat oleh publik melalui mutu informasi-informasi yang dipublish melalui websitenya, dan mutu dari websitenya itu sendiri

Tak sedikit publik yang menilai mutu sekolah dari perfomance/tampilan platform online sebagai garda terdepan pemberi informasinya alias websitenya. Itu sangat manusiawi

Itulah mengapa, ada slogan yang selalu menancap di benak kita, “pandangan pertama selalu menggoda”

Selain itu, dengan media online yang eye catching, tentu budaya literasi produktif masyarakat internal sekolah juga akan meningkat

Mereka akan berlomba-lomba berkarya (termasuk berpenaria) di situ

Literasi produktif di sekolahku rendah? Bisa jadi karena perfomance media online sekolah anda yang “acak kadut”/”amburadul”

Dulur edukasi, menulis membutuhkan proses berpikir yang tidak semudah seperti kita mengucapkan sesuatu secara lisan

Sebagai penghargaannya, tentu kita semua ingin dong, hasil proses berpikir kita tadi dipublish di media online yang perfomancenya elegan dan profesional

Siapa sih yang mau, hasil karyanya dipublish di media online yang “tak sedap” dipandang, let’s think about it 🤔

Mari manfaatkan sub layanan/kategori ini untuk selalu menampilkan karya-karya anda secara elegan dan profesional demi meraih mutu dan kualitas pendidikan yang lebih baik

Note:
Melalui Jelita, kami juga berusaha memaksimalkan komunikasi 2 arah dengan customer. Oleh karenanya tersedia kostumisasi sub layanan di Jelita agar makin melibatkan dan memudahkan customer untuk berbagi ide atau praktik baik, konsultasi, request dan lain-lain


Melalui Jelita, kami berusaha dengan beberapa cara agar cakrawala kita tentang pendidikan makin meluas dan beragam/bervarisasi (tahunya tidak itu-itu saja).

Oleh karenanya kami mencoba menjelajahi dunia dengan berkunjung ke platform-platform publikasi online milik lembaga/komunitas/organisasi-organisasi internasional yang konsen mempublikasikan catatan-catatan (laporan-laporan) apik pendidikan, konten-konten praktik baik pendidikan “around the world” khususnya dari negara-negara maju seperti Amerika Serikat, Norwegia, Taiwan, Finlandia, Singapura, Cina, Jepang, Korea Selatan, Australia, Denmark dan lain-lain), terutama yang skor literasi bacanya berada di peringkat 20 besar sesuai hasil tes PISA terbaru

Eksplorasi tersebut kami lakukan untuk mencari ide, pendekatan, strategi sampai improvisasi dan inovasi-inovasi yang mereka ambil untuk menyelesaikan permasalahan-permasalahn pendidikan dan membuat pendidikan di negara mereka terjaga mutu dan kualitasnya.

Karena menurut kami, hal tersebut sangat berpengaruh sekali ke cara pandang (pola pikir), variasi langkah dan tindakan yang kita ambil untuk membuat dan mengarahkan pendidikan bangsa ini seperti apa dan kemana maunya nanti

Semisal (hanya sebagai contoh saja):

  • Apakah kita semua (kami sendiri di lembaga penjaminan mutu pendidikan, guru, kepala sekolah, pengawas, pustakawan, pemegang kebijakan dan lain-lain) merasa telah bertindak maksimal bagi kemajuan pendidikan dengan cara-cara yang menurut kita sudah cukup baik, sehingga membuat kita lambat dalam merespon dan membuka diri ke hal-hal baru di pendidikan?
  • Apakah dalam memulai pembejalaran atau saat proses pembelajaran, kita tidak berusaha melakukan pendekatan yang berbeda ke siswa-siswa kita? Karena tentu tidak semua siswa berkemampuan sama dalam menangkap materi pelajaran dengan model penyampaian yang sama/seragam.
  • Apakah masih menganggap kemampuan berkomunikasi secara tertulis tidak terlalu penting bagi kita sebagai pendidik? Padahal bila pendidik memiliki kemampuan tersebut, dan mampu mentransfer keterampilan tadi ke siswa-siswanya, berarti sang pendidik telah berperan besar memastikan siswa-siswanya memiliki skill/keterampilan yang dapat mereka gunakan nantinya, minimal untuk menghidupi diri dan keluarganya.
  • Apakah tetap berpikir bahwa dana BOS seharusnya bisa dibagi rata, dan sisanya saja yang digunakan untuk kepentingan sekolah?
  • Apakah tetap kekeh mempercayakan kemampuan siswa pada tes lingkup nasional tanpa mempedulikan proses belajar siswa, padahal fakta bahwa kemampuan tiap siswa itu beragam dan memiliki keunikannya masing-masing?
  • Apakah tetap lebih mementingkan bukti-bukti atau pertanggungjawaban administratif hingga sangat menyita kesempatan guru untuk bergerak, berkembang dan menciptakan pembelajaran yang kreatif dan inovatif?
  • Apakah tetap mengambil langkah, sekolah yang bukan unggulan atau favorit makin tidak layak untuk mendapatkan bantuan, pendampingan dan lain-lain dari pemerintah maupun swasta?
  • Apakah perpustakaan sekolah tetap akan menjadi bangunan/gudang usang alakadarnya yang bersembunyi di belakang ruangan lain?
  • Apakah dalam berkarya tetap hanya termotivasi untuk mendapatkan angka kredit, tanpa memikirkan manfaat yang bisa diperoleh rekan sejawat maupun siswa dari karya tersebut?
  • Apakah guru tetap selalu menunjuk siswa-siswa itu saja karena dianggap pandai, aktif dan populer saat pembelajaran, tanpa mencoba untuk menunjuk siswa-siswa lain yang nama-namanya jarang bahkan tidak pernah sama sekali disebut oleh sang guru saat proses pembelajaran?
  • Apakah terhadap hasil belajar, prioritasnya harus segera diupload ke medsos, salah satunya IG tanpa memperhatikan seperti apa pemahaman siswa per individu terhadap materi tersebut?
  • Apakah dalam berkarya, tetap sepenuhnya diback up pihak lain, yang penting kita tahu jadi dan tinggal menggunakannya untuk kepentingan yang terkait kesejahateraan kita sendiri, seperti penilaian angka kredit, sertifikasi dan lain-lain?
  • Apakah tetap meneruskan kebiasaan memberikan PR (Pekerjaan Rumah) yang banyak ke siswa dengan anggapan PR membuat mereka tetap belajar, atau hanya sebagai bukti administratif pelaporan ke pimpinan, serta untuk penilaian akreditasi sekolah misalnya?
  • Apakah masih tetap nyaman membuat para guru makin tumpul dalam berliterasi produktif dengan menawarkan jasa penulisan asal mampu membayar sesuai harga?
  • Apakah saat mengisi instrumen pemetaan, masih berbeda antara isiannya dan fakta lapangannya? Sehingga tidak bisa diperoleh rapor peta mutu yang valid, yang berdampak pada analisis peta mutu dan keluarnya rekomendasi peningkatan mutu yang tepat sasaran.
  • Apakah kita dalam mengikuti diklat, seminar, bimbingan teknis dan kegiatan yang serupa, masih lebih mementingkan dapat sertifikat daripada materi-materi yang bermanfaat bagi peningkatan mutu dan kualitas kita?
  • Dan lain sebagainya

Tidak jauh beda dengan Covid-19 yang seolah tak terlihat tapi sebenarnya ada.

Beberapa contoh pertanyaan (anggap saja pola pikir/habbit) di atas ibarat penyakit, merupakan penyakit-penyakit ‘tak kentara’ di pendidikan yang bila dibiarkan/diacuhkan oleh para pelaku pendidikannya sendiri, bisa jadi makin menumpuk sekaligus memperburuk kualitas pendidikan kita di masa depan

Jelita sangat berbeda dengan SILAT atau SI PAK GURU dan beberapa layanan online lain di lembaga ini

Kita akan langsung merasa ‘sakit’ bila belum mendapatkan atau tidak mendapatkan informasi dari yang kita tanyakan dan lihat, misal: dari SILAT atau SI PAK GURU, karena langsung terkait dengan kesejahteraan dan masa depan kita

Tapi bila belum mendapatkan atau tidak mendapatkan informasi dari Jelita, bisa jadi kita merasa ‘tidak sakit’ alias merasa sehat-sehat saja (merasa yang kita lakukan selama ini sudah benar, dan tidak salah, menurut kita).

Padahal bisa saja sebenarnya kita sedang ‘sakit’, hanya saja kita tidak menyadari, karena penyakitnya memang tak terlalu kentara bila dilihat dalam waktu dekat.

Hal tersebut, baru terlihat/kita ketahui bila ada, misal: asesmen nasional, survey karakter dan lingkungan. Atau baru muncul dampaknya dari hasil tes PISA dan lain-lain

Prinsip kami (Jelita) dalam berkomunikasi dan melayani customer:

  • Memegang teguh dasar utama publikasi kekinian, “design is content”
  • Menyadari bahwa memotivasi, mengajak dan menginspirasi customer adalah hal yang paling utama saat ini, karena tanpa motivasi, sebaik apapun program yang diusung, hasilnya tidak akan pernah maksimal.
  • Tidak menyepelekan konten-konten yang mengusung dan memacu budaya/gairah literasi. Gairah literasi menjadi salah satu kunci suksesnya usaha penjaminan mutu pendidikan. Dapat dibayangkan, seperti apa hasilnya usaha penjaminan mutu pendidikan dikawal oleh pribadi-pribadi yang rendah greget dan gairah literasinya.
  • Terkait poin di atas, Jelita berupaya mengajak customer “melihat dunia” dengan mempublikasikan ragam praktik baik pendidikan, diantaranya penjaminan mutu pendidikan dan peningkatan budaya literasi yang dilakukan para penggiat pendidikan di negara-negara maju, harapannya dari mereka (negara-negara) yang peringkat PISA terbarunya ada di 20 besar.
  • Hal di atas, juga menjadi layanan utama kami, memerdekakan customer makin mudah memperoleh informasi/referensi-referensi global/dunia di bidang pendidikan, dan menawarkan bentuk online studi banding/bench marking ke luar negeri di masa pandemi/new normal saat ini, yang nyatanya gerak kita memang belum leluasa benar untuk melakukan kunjungan-kunjungan semacam itu. Semoga dengan adanya Jelita, belajar dari ‘dunia’ menjadi murah meriah dan simpel/mudah diakses.
  • Terdapat balance (keseimbangan) antara penyajian/penayangan informasi-informasi yang mengedepankan sisi intelektual dan emosional (otak kiri dan kanan). Dengan kata lain, tidak berat sebelah dan bernuansa rekreatif.
  • Memberikan (menawarkan) hal-hal/konten/layanan baru yang simpel (tidak rumit/mudah dicerna), tak terduga sebelumnya, membakar semangat, memintarkan (memperluas cakrawala/menambah referensi), memperbaiki karakter dan menghibur, karena pada dasarnya customer pasti membutuhkan sesuatu yang mudah dan menyenangkan.
  • Memanjakan customer dengan berbagai pilihan format informasi. Hal ini penting, karena tidak semua customer website nyaman mengkonsumsi informasi dengan membaca informasi tertulis. Ada yang lebih faham mengenai maksud sebuah informasi ketika menyimak video, mendengarkan audio atau melihat gambar/ilustrasinya.
  • Merubah paradigma pendistribusian informasi ke customer dengan cara jemput bola. Prinsipnya, saat ini bukan kita saja yang mencari informasi, tapi informasilah yang seharusnya mendatangi kita. Terlebih saat ini grup WA (WhatsApp) tak terhitung jumlahnya. Hal tersebut sangat kondusif/memungkinkan untuk menyebarluaskan layanan dan konten-konten pendidikan dan umum yang kami buat.
  • Memudahkan customer untuk menemukan informasi dan berkegiatan positif di Jelita dengan memaksimalkan komunikasi 2 arah ke customer. Oleh karenanya tersedia kostumisasi sub layanan di Jelita agar customer makin partisipatif dalam berbagi ide atau praktik baik, konsultasi, request dan lain-lain. Salah satunya mudah dalam mempublikasikan karya/produk pendidikan customer di platform ini.
  • Menerapkan sistem publikasi terhubung dan mendukung. Di Jelita, customer dapat mengetahui juga platform-platform publikasi lain yang di miliki oleh lembaga (di luar Jelita) seperti website utama lembaga, perpustakaan online lembaga, SILAT, SI PAK GURU, You Tube, Facebook, Instagram, Twitter dan lain-lain. Dan sebagai ‘lumbung informasi/konten pengayaan’, konten-konten pengayaan pendidikan + umum di Jelita dapat diakses juga di layanan-layanan lain lembaga (LPMP Provinsi Jawa Timur), 2 diantaranya: web utama lembaga dan perpustakaan online lembaga
  • Harapan/mimpi kami ke depan, Jelita juga mampu menjadi info/konten provider bagi berbagai media publikasi pendidikan pihak-pihak lain (negeri/swasta) yang membutuhkan adanya pengayaan dan perputaran informasi yang jauh lebih variatif, konstruktif, mengglobal dan dinamis
  • Kami yakin bahwa customer Jelita adalah pribadi-pribadi yang berpendidikan baik (well educated), sehingga kami yakin dalam mengakses konten-konten di Jelita, customer akan selalu memilih berpikir positif (optimis) daripada berpikir negatif (pesimis/acuh tak acuh).
  • Mencoba cara penyajian informasi yang lebih cair dan dari hati ke hati lewat podcast, serta mendistribusikannya seluas mungkin dengan menggunggahnya ke patform global untuk podcast, salah satunya “Spotify”.

Jelita, online di awal tahun 2021 (sebagian besar sub kategori/layanan/menunya masih dalam proses pembuatan, penyempurnaan bahkan beberapa belum aktif).

Kami mohon maaf akan hal tersebut. Termasuk salah satunya kami belum dapat memberikan gambaran detil mengenai respon para customer ke kategori/layanan/menu mayor ini.

Saat ini kami pengelola layanan, masih melakukan proses pengerjaan agar tiap sub kategori/layanan/menu di sini secara bertahap dapat berfungsi melayani customer  internal dan eksternal lembaga.

Untuk sub kategori berisikan info tertulis berupa artikel-artikel terjemahan dari bahasa asing (khususnya yang berbahasa Inggris) yang juga kami sadur dengan menyertakan sumber artikel aslinya agar dapat diakses langsung oleh customer, meski sudah dapat diakses, masih tetap membutuhkan perbaikan dan peningkatan perfomance terus-menerus (berkelanjutan).

Namun untuk sederhananya bila ingin mengetahui manfaat dari Jelita ini, mari kita pikirkan saja dulu ide-ide di dalamnya, karena dari situ saja, sebenarnya kita sudah bisa mengetahui manfaat-manfaatnya dari platform online ini ke depan

Jelita, “Mendekatkan Kita ke ‘Dunia’, untuk Pendidikan yang Lebih Baik”

 

 

BEL (Bantuan Eksplorasi Laman)