Topik:

Menerapkan Metode Comparative Judgement dengan Bantuan Software

Senin, 05/07/2021 WIB   805
zzz comparative judgementtt

Salah satu metode untuk mengukur kemampuan menulis pada anak-anak adalah dengan melakukan comparative judgement.

Menurut Daisy Christodoulou, Direktur Bidang Pendidikan di lembaga No More Marking yang menyediakan software untuk pelaksanaan comparative judgement secara online untuk sekolah-sekolah, comparative judgement atau penilaian komparatif adalah teknik penilaian dengan langsung menempatkan dua hal yang dinilai secara bersamaan.

Dalam video yang diunggah ke kanal Youtube Oxford Education, Daisy menjelaskan bahwa manusia umumnya kesulitan untuk menjawab secara presisi berapa tinggi badan seseorang. Namun ketika diminta membandingkan dua orang yang berdampingan, mereka langsung bisa menjawab mana yang lebih tinggi dan mana yang lebih rendah.

“Jadi inilah yang disebut comparative judgement. Penilaian dilakukan dengan membandingkan dua hal sekaligus untuk menentukan mana yang lebih baik. Metode ini bisa diterapkan di semua bentuk pelajaran,” ujar Daisy.

Penilaian menggunakan Metode Comparative Judgement pun menjadi lebih mudah dengan adanya bantuan software. Selain itu, metode ini juga telah mulai diterapkan di sejumlah tempat, salah satunya di Australia.

Di negeri Kanguru tersebut, proses comparative judgement untuk sekolah-sekolah telah menghasilkan data usia terbaik untuk menulis bagi anak. Persoalannya, apa yang mesti dilakukan selanjutnya dengan data tersebut? Apakah software ini juga bisa membantu membuat feedback bagi siswa yang dapat membantu mereka untuk menulis lebih baik?

Menulis dan memori yang bekerja

Teori Beban Kognitif dan Daya Ingat Terbatas telah diteliti dan ditulis dengan baik. Menurut Nat Wexler (2021), salah satu penulis The Writing Revolution, proses menulis membebani memori kerja otak karena beberapa mekanisme termasuk tanda baca, tata bahasa, paragraf, dan penggunaan dialog merupakan tindakan yang kompleks.

Lewat software comparative judgement, kesenjangan kemampuan siswa untuk mengintegrasikan semua proses ini dalam menulis, dapat terlihat dengan jelas.

“Ini adalah pertumbuhan penting bagi kami di THPS (Templestowe Heights Primary School) dan didukung dengan baik oleh penelitian tentang bagaimana pemula menjadi ahli,” tulis Daisy Christodoulou.

Seperti dinyatakan Dan Willingham (2010) dalam Why Don’t Students Like School?,  tugas yang melibatkan proses kreatif untuk menciptakan sesuatu yang baru (seperti menulis tentang topik yang kurang familiar atau menyusun kalimat dengan cara baru) adalah tugas yang membutuhkan lebih banyak pengetahuan dan waktu.

Lalu, bagaimana mewujudkan kemampuan untuk menulis lancar? Untuk itu, THPS mulai memodifikasi urutan pembelajaran. Mereka menggunakan teknik dari The Writing Revolution untuk menanamkan mekanika kalimat, serta untuk mengembangkan kalimat yang lebih kompleks dan langkah-langkah dalam merencanakan sebuah teks.

Penyampaian umpan balik kepada siswa menjadi bagian integral dari bagaimana THPS menyusun pelajaran. Karena guru menganggap proses comparative judgement sangat berguna untuk membandingkan sampel, dapatkah ini juga menjadi tindakan kunci yang berpengaruh bagi siswa?

Dalam penelitiannya, THPS menemukan bahwa penggunaan perbandingan sebagai teknik (Bouwer et al., 2018) telah menunjukkan peningkatan kinerja bagi siswa karena mereka mengembangkan skema yang membantu mereka membedakan antara fitur yang ada dan tidak ada di berbagai karya tulis berkualitas.

“Membandingkan contoh tulisan berkualitas dengan contoh tulisan mereka sendiri, memungkinkan siswa untuk merevisi, mengedit, dan menerapkan prosesnya di berbagai konteks,” lanjutnya.

(Bagus Priambodo/Sumber: Teacher Magazine/Foto atau ilustrasi dipenuhi dari  Google Image)

BEL (Bantuan Eksplorasi Laman)