Topik:

Tak Melulu Kelas Online, Pembelajaran Semasa Pandemipun Bisa Digelar Outdoor tapi Tetap Aman

Sabtu, 27/03/2021 WIB   457
zzz out doorrrrrr

Pembelajaran di tengah nuansa pandemi Covid-19 harus menempatkan kesehatan dan keselamatan siswa di tempat yang paling utama. Namun, itu tidak hanya bisa disiasati dengan melaksanakan pembelajaran secara virtual atau daring. Pembelajaran tatap muka semestinya bisa tetap dilakukan dengan tetap mengedepankan protokol kesehatan namun juga tetap menyenangkan. Salah satunya dengan pembelajaran luar ruang.

Hal itulah yang diterapkan Sara Allis, guru kelas 4 SD di Amerika Serikat yang kerap mengajak para siswanya untuk belajar di luar sekolah, tepatnya di sebuah lahan lapang yang teduh oleh rimbun pepohonan.

Dikutip dari tulisan Laura Lee di edutopia.org, ini adalah siasat yang lumrah diterapkan beberapa sekolah di Amerika Serikat untuk memitigasi risiko penyebaran Covid-19 ketika sekolah dibuka kembali saat ini. Memang, bagi guru ini tampak merepotkan karena mereka harus menyiapkan bangku-bangku atau apapun di lahan tersebut yang bisa dijadikan tempat duduk para siswa, hingga memindahkan papan tulis dari kelas. Selain itu, tentu saja guru juga menyiapkan plester yang dipasang berjarak sekitar 1,5 hingga 2 meter sebagai penanda jaga jarak yang harus dipatuhi para siswa.

Kegiatan belajar di alam seperti itu sebenarnya bukan hal yang baru. Namun di masa pandemi Covid-19 di Amerika Serikat, hal itu menjadi lebih sering dilakukan agar guru dan siswa-siswanya mendapatkan udara segar.

Para siswa di Marshwood Great Works School belajar di area pembukaan serpihan kayu

Lokakarya menulis luar ruangan untuk siswa kelas dua di Sekolah Episkopal St. Anne di Delaware

Di negara bagian New York, inisiatif ini pun mendapat dukungan dari departemen pendidikan setempat yang meluncurkan inisiatif outdoor.  Lembaga tersebut mendorong sekolah untuk memanfaatkan ruang-ruang publik  yang terbuka dan kondusif untuk menggelar kegiatan pembelajaran. Dukungan ini semakin kuat setelah Dr. Anthony Fauci yang memimpin National Institute of Allergy and Infectious Diseases, sebuah lembaga yang fokus pada penyakit, menyarankan agar masyarakat memanfaatkan lebih banyak waktunya untuk aktivitas outdoor, khususnya saat sekolah kembali dibuka.

Namun, barangkali seperti halnya di Indonesia, ide-ide tersebut tidak selalu dapat berjalan mulus. Tak sedikit guru di sana yang mengeluhkan minimnya anggaran dan fasilitas untuk pelaksanaan kelas outdoor. Apalagi kegiatan itu membutuhkan sejumlah perangkat tambahan, misalnya tenda untuk mengantisipasi apabila sewaktu-waktu turun hujan.

Pelaksanaan kelas outdoor memang membutuhkan persiapan yang matang. Beruntung bagi Allis, sebab sebelum pandemi berlangsung, dia dan rekan-rekan gurunya telah menyusun rencana untuk membangun kelas outdoor yang lebih berkelanjutan. Sehingga saat pandemi Covid-19 tiba-tiba merebak, mereka sudah dapat menggunakan paviliun untuk kelas outdoor meski paviliun tersebut belum sepenuhnya rampung.

Sebelum memulai pembelajaran outdoor, para siswa Allis membantu menyiapkan dan membawa berbagai peralatan seperti papan tulis, spidol dan penghapus, botol air, dan papan klip. Mereka juga membawa ember kosong bekas wadah cat yang dipakai untuk tempat duduk sekaligus untuk menyimpan peralatan-peralatan mereka. Allis telah membuat beberapa penyesuaian sederhana pada instruksinya — seperti menggunakan penguat suara kecil untuk diproyeksikan di ruang luar. Sejauh ini, itu berhasil. Anak-anak juga menyukainya.

Hal yang sama dilakukan sekolah-sekolah di sejumlah negara bagian AS lainnya. Mereka berlomba-lomba membangun struktur di halaman sekolah dan tempat parkir untuk mengakomodasi pembelajaran di outdoor. Bentuknya pun beragam, dari terpal sederhana hingga platform rumit dengan atap.

Para pendidik di Marshwood Great Works School di Maine mulai bekerja di luar ruangan sebelum pandemi

Tempat untuk kelas luar ruangan di North Rowan Elementary di Salisbury, North Carolina

Pelajaran luar ruangan di Sekolah Dasar North Rowan di Carolina Utara

Di Sekolah Dasar North Rowan di Salisbury, Carolina Utara, meski tidak terlalu mewah, tiga ruang kelas outdoor yang disiapkan bisa memberi ruang bagi anak-anak untuk beristirahat dari penggunaan masker dengan cara yang aman dan jauh dari lingkungan sosial.

“Saya selalu percaya bahwa sedikit itu yang terbaik. Tidak ada yang mewah. Ini adalah sebuah platform, “kata kepala sekolah Katherine Bryant-Thrower.

Katherine memang mendorong para guru di sekolahnya untuk memikirkan tentang pengajaran outdoor sebagai cara untuk memperluas perspektif siswa dan mengeksplorasi metode pedagogis baru. Guru diberikan kebebasan untuk menentukan apakah dan kapan harus menggunakan ruang luar, menjadwalkan sendiri rotasi mereka di ruang kelas luar ruangan, dan membuat penyesuaian tergantung pada cuaca, tujuan pembelajaran, dan minat siswa.

Sedangkan sekolah TK di Durham, North Carolina, menjadikan lingkungan sebagai guru merupakan alasan lain digelarnya pembelajaran secara outdoor. Pendiri dan direktur Donna King mengakui meski ada tantangan dalam penyediaan logistik, namun pembelajaran outdoor memberikan manfaat lain.

“Nilai yang sangat besar bagi kami adalah hubungan yang sehat dengan risiko, jadi kami memiliki banyak bahan bangunan yang memungkinkan anak-anak membangun rintangan mereka sendiri (anak-anak dapat membangun tinggi rintangan- rintangan yang beresiko melalui bahan-bahan bangunan tersebut, dan mempelajari secara langsung dampak positif dan negatif yang ditimbulkannya beserta cara mengatasinya, yang belum tentu mereka dapatkan dari aktivitas pembelajaran di  dalam kelas),” kata King.

(Bagus Priambodo/Sumber: Edutopia/Foto atau ilustrasi dipenuhi dari Edutopia)

BEL (Bantuan Eksplorasi Laman)