Topik:

Tak Ada Anak yang Terlalu Tua untuk Baca Buku Bergambar

Kamis, 25/02/2021 WIB   560
ilustrasi maxresdefault

Jika berbicara tentang buku bergambar, biasanya identik dengan bacaan anak-anak.

Rata-rata anak masih menyukai buku bergambar hingga mereka berusia 8 tahun.

Tak sedikit juga yang sudah tak membaca buku bergambar saat masih berusia dini.

Pasalnya, beberapa orang tua berharap anak mereka sudah bisa membaca ketika lulus Taman Kanak-kanak (TK).

Sehingga, ada yang mulai disuguhkan dengan buku-buku anak tanpa gambar sedikitpun.

Padahal, dilansir dari nytimes.com, buku bergambar sama pentingnya dengan literatur buku lain.

Bahkan, buku bergambar dapat lebih membantu perkembangan imajinasi setiap orang, terlebih anak.

Siapapun yang pernah membacakan buku bergambar pada anak pasti merasakannya.

Ketika kita membacanya, anak akan mengekspresikan emosinya, seperti tertawa, takut, atau sedih sekalipun.

Namun, itu bukan semata-mata karena bacaan kita, tapi karena ilustrasi dalam buku bergambar tersebut.

Saat kita membaca sebuah cerita melalui tulisan, anak membaca cerita melalui seni atau ilustrasinya.

Ilustrator pun tak serta merta hanya membuat ilustrasi yang berbasis dari tulisan di buku cerita.

Ia harus mampu menciptakan naratif sendiri melalui karyanya, menambah detail yang menopang cerita, hingga membuat alur cerita kedua.

Jadi, berapapun usianya, pastikan anak dapat terus mengasah imajinasi mereka dengan membaca buku-buku bergambar.

(Bagus Priambodo/Sumber: The New York Times/Foto atau ilustrasi dipenuhi dari Google Image)

BEL (Bantuan Eksplorasi Laman)