Strategi Membaca: Pilih Cara Tepat untuk Hasil Maksimal

Minggu, 17/10/2021 WIB   175

Penelitian menunjukkan beberapa strategi membaca yang sudah banyak dikenal, sebenarnya tidak membuat seseorang menjadi lancar membaca begitu saja. Lalu, apa saja strategi yang paling layak diterapkan di kelas?

Berikut transkrip dalam bahasa Indonesia:

Tidaklah jarang praktik literasi yang menurut penelitian tidak lagi dianggap sebagai cara terbaik menghasilkan pembaca terampil, ternyata masih diterapkan di dalam kelas. Sebagai contoh, jurnal membaca mungkin tampak sebagai cara sederhana untuk mengetahui apa saja bacaan siswa. Namun tidak demikian kenyataannya. Berdasar penelitian, hal itu justru cenderung mengurangi minat dan kesenangan siswa dalam membaca.

Praktik membaca bergiliran, seperti strategi membaca Round Robin dan Popcorn, cenderung menstigmatisasi pembaca yang buruk. Selain itu, metode tersebut juga melemahkan pemahaman siswa, serta menghambat kelancaran dan cara pengucapan siswa ketika membaca.

Dan ketika pihak sekolah menawarkan hadiah untuk membaca, seperti alat tulis atau lencana permainan, itu bisa menjadi bumerang, lho. Tindakan itu dapat mengurangi motivasi siswa untuk membaca.

Kemudian, saat pengajaran membaca difokuskan sebagai keterampilan tersendiri, secara tidak langsung langkah itu telah mengurangi nilai latar belakang pengetahuan siswa. Pembaca muda ini seolah dibiarkan membaca begitu saja tanpa memiliki kosakata atau konteks yang mumpuni untuk memahami bagian-bagian bacaannya.

Kabar bagusnya? Anda dapat mendukung latar belakang pengetahuan, membangun motivasi intrinsik serta kelancaran membaca siswa melalui strategi-strategi ini.

Menurut sebuah studi yang dilakukan pada 2011, strategi membaca Whole Class Choral, yaitu membaca nyaring bersama teman sekelas, dapat membantu siswa meningkatkan pemahaman kosakata. Hal ini dilakukan dengan teknik menyuarakan kata-kata tersebut (phonological decoding) dan meningkatkan keterampilan kefasihan membaca lisan mereka.

Ini juga mengurangi rasa gundah pembaca yang masih merasa kesulitan. Di samping itu, hal ini dapat menambah panjang bagian bacaan semua siswa di kelas.

Pasangkan anak-anak dengan teman sebayanya selama 10 menit untuk membicarakan tentang bacaan mereka. Melalui sesi diskusi singkat itu, jelaskan bagaimana siswa dapat meminta pertanggungjawaban temannya dan menyampaikan serta menerima umpan balik yang berkualitas.

Persiapkan tempat khusus bagi siswa untuk menulis kutipan inspiratif dari buku yang mereka baca. Mulailah dengan menjelaskan standar kutipan yang bagus, dan beri contoh bagaimana cara menemukannya saat membaca nyaring bersama guru. Setelah mereka memahaminya, mintalah kepada siswa untuk menemukan sendiri kutipan yang bagus itu untuk ditaruh di dinding grafiti sebagai bahan diskusi berikutnya.

Membaca dalam hati secara mandiri adalah tahap perkembangan yang penting. Tetapi sebelum menyuruh anak-anak melakukan kegiatan itu, berikan dasar yang kuat dengan merancang aktivitas untuk mereka.

Langkah itu antara lain pertimbangkan kosakata pra-mengajar, memberikan gambaran umum alur cerita, dan mungkin memperkenalkan aktivitas table K-W-L (Apa yang kuketahui-Apa yang ingin kuketahui-Apa yang kupelajari).

Sulit memang menemukan waktu tepat untuk membaca nyaring, tetapi para guru mengatakan bahwa ini adalah praktik yang memberikan manfaat berharga hingga siswa duduk di bangku sekolah menengah atas.

Cobalah menyisihkan 5 hingga 7 menit untuk menjalankan strategi membaca di kelas. Seringlah berhenti sesaat di tengah membaca untuk bertanya kepada siswa dengan suara nyaring. Tunjukkan kepada anak-anak apa yang dilakukan pembaca yang baik ketika mereka tidak tahu sepatah kata pun, atau memahami suatu alur cerita tak terduga.

(Bagus Priambodo/Sumber terjemahan: Edutopia/Foto atau ilustrasi dipenuhi dari Edutopia)

Looking for the resources cited in the video?

BEL (Bantuan Eksplorasi Laman)