Topik:

Sekolah Daring Berpeluang Dilanjutkan Pasca Pandemi

Minggu, 25/04/2021 WIB   1848
zzz roryie

Covid-19 membuat dampak yang sangat signifikan dalam dunia pendidikan, baik di Indonesia maupun negara-negara lainnya.

Sebagai bentuk adaptasi, dibuatlah sekolah daring yang masih memungkinkan para siswa untuk tetap sekolah tanpa harus tatap muka.

Sekolah daring ini diciptakan dengan maksud sementara saja selama pandemi, namun tak menutup kemungkinan bisa terus dilanjutkan.

Bahkan, ketika sekolah tatap muka telah dimulai di beberapa daerah, beberapa wali siswa ada yang mendorong sekolah daring untuk tetap berjalan, mereka meminta pihak sekolah untuk memfasilitasinya.

Dilansir dari nytimes.com, distrik-distrik di Amerika Serikat tengah berlomba untuk mendirikan sekolah daring yang lengkap dan terbaik untuk siswa-siswanya.

Meskipun, sempat ada kekhawatiran bahwa sekolah daring mempengaruhi kesehatan emosional dan kemajuan akademis anak didik.

Para orang tua dan anggota parlemen yang khawatir dengan situasi tersebut pun mendesak sekolah tatap muka untuk dijalankan kembali.

Bulan lalu, Gubernur Phil Murphy, seorang Demokrat, mengatakan seharusnya tidak ada pilihan sekolah daring lagi untuk anak-anak di New Jersey musim gugur ini.

Namun, kata peneliti pendidikan setempat, sudah ada setidaknya 13.000 sekolah di distrik yang mendirikan sekolah daring pada tahun akademik ini dengan tujuan untuk melanjutkannya di tahun-tahun berikutnya.

Tak seperti banyak program sekolah pandemi darurat, sekolah daring yang berdiri sendiri ini memiliki guru sendiri yang hanya mengajar siswa-siswanya secara jarak jauh.

Mereka menggunakan kurikulum yang dirancang khusus untuk pembelajaran secara daring.

Fulton County Schools di Atlanta, salah satu sistem sekolah terbesar di negara itu, berencana untuk mendaftarkan sekitar 1.000 siswa di sekolah daring barunya musim gugur ini.

Anchorage School District berharap sekitar 2.000 anak menghadiri sekolah daring yang baru berusia satu tahun itu mulai bulan Agustus.

Dan di Minnesota, jumlah sekolah daring yang disetujui negara bagian akan berlipat ganda tahun ini menjadi 80 atau lebih, dari total awal 37 sebelum pandemi.

Dalam sebuah studi oleh RAND Corporation, “Pembelajaran Jarak Jauh Ada di Sini untuk Tetap,” 58 dari 288 administrator distrik – kira-kira 20 persen – mengatakan sistem sekolah mereka telah memulai sekolah daring.

Beberapa berencana untuk memulainya atau sedang mempertimbangkan untuk melakukannya setelah pandemi berakhir.

“Ini bukanlah obat mujarab atau peluru perak untuk sekolah umum,” kata Heather Schwartz, peneliti kebijakan senior di RAND yang mengarahkan penelitian tersebut.

“Ada sebagian kecil orang tua, sebagian kecil siswa, dan bahkan sebagian kecil guru yang memilih sekolah daring sebagai moda yang lebih disukai.”

Pihak Distrik mengatakan, mereka hanya menanggapi permintaan dari orang tua dan anak-anak yang ingin tetap menggunakan pembelajaran jarak jauh.

Beberapa karena masalah kesehatan siswa, beberapa karena kekhawatiran tentang intimidasi atau diskriminasi di sekolah mereka, dan beberapa yang lebih menyukai kenyamanan belajar di rumah.

(Bagus Priambodo/Sumber: The New York Times/Foto atau ilustrasi dipenuhi dari The New York Times EdSource)

BEL (Bantuan Eksplorasi Laman)