Praktik Baik Pembelajaran Literasi Kelas Awal di Jawa Timur

Minggu, 05/12/2021 WIB | 475

INOVASI – Inovasi untuk Anak Sekolah Indonesia (INOVASI) merupakan program kemitraan antara pemerintah Australia dengan pemerintah Indonesia. Bekerja langsung dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), INOVASI berupaya memahami cara-cara untuk meningkatkan hasil pembelajaran siswa di sekolah-sekolah yang ada di berbagai kabupaten di Indonesia, terutama dalam hal kemampuan literasi dan numerasi.

Program-program rintisan yang dikembangkan INOVASI berfokus pada upaya untuk meningkatkan kemampuan literasi dan numerasi siswa sekolah dasar, terutama di kelas-kelas awal (Kelas 1, 2, dan 3). Berbagai bentuk kegiatan program rintisan bertujuan untuk memperkuat praktik pengajaran di ruang kelas, meningkatkan bentuk dukungan yang diberikan kepada guru, serta memastikan bahwa semua anak di kelas dapat belajar sesuai potensinya masing-masing.

Di Jawa Timur, implementasi rintisan program meliputi: literasi, numerasi, kepemimpinan kepala sekolah, inklusi, dan pembelajaran kelas rangkap. Khusus untuk program rintisan literasi, telah dilaksanakan di 4 kab / kota yakni Kota Batu, Kab Probolinggo, Kab Sumenep, dan Kab Pasuruan

Program rintisan literasi di Jawa Timur juga dilaksanakan oleh mitra INOVASI baik dari LPTK maupun LSM yakni Universitas Negeri Surabaya (UNESA) , Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA), dan Kolaborasi Literasi Bermakna (KLB). Dua organisasi besar di Indonesia yakni LP Ma’arif NU dan Muhammadiyah juga melaksanakan implementasi program literasi INOVASI di sekolah dan madrasah di Jawa Timur.

Dampak positif dari implementasi program literasi di Jawa Timur yang paling terlihat adalah adanya perubahan cara mengajar guru kelas awal yang lebih baik terutama dalam upaya mengajarkan calistung kepada siswanya dan banyak bermunculan strategi inovatif dalam bidang literasi yang telah dihasilkan oleh guru.

INOVASI mengumpulkan cerita perubahan bermakna yang telah dilakukan oleh para guru, kepala sekolah, dan pengawas dan mendokumentasikannya di buku literasi sebagai upaya agar praktik baik cerita perubahan bermakna para pendidik ini dapat menjadi inspirasi untuk pendidik lainnya.

Selain itu dokumentasi praktik baik ini diharapkan menjadi aset dokumentasi Pemerintah Jawa Timur yang nantinya dapat disebarluaskan kepada para pendidik lainnya dalam rangka memperkuat literasi di Jawa Timur

BEL (Bantuan Eksplorasi Laman)