Pendidikan Inklusif (Disabilitas)1: Identifikasi dan Adaptasi

Minggu, 05/12/2021 WIB | 872

INOVASIIndonesia telah mengadopsi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan PBB pada tahun 2015. Salah satu dari tujuan tersebut, yaitu Tujuan 4, adalah untuk “memastikan pendidikan berkualitas yang layak dan inklusif serta mendorong kesempatan belajar seumur hidup bagi semua orang”.

Tingkat kepesertaan, kehadiran, dan kelulusan sekolah dasar untuk anak penyandang disabilitas di Indonesia cukup rendah. Data dari sensus 2010 mengindikasikan bahwa hanya 53 persen penyandang disabilitas pernah bersekolah, dibandingkan dengan 98 persen mereka yang tidak menyandang disabilitas. Indonesia telah berkomitmen untuk memastikan akses yang setara ke seluruh tingkat pendidikan bagi kaum rentan, termasuk penyandang disabilitas, pada 2023.

Terdapat kelangkaan guru pendamping khusus di Indonesia, dan sebagian besar sekolah tidak memiliki guru pendamping khusus. Banyak guru tidak mempunyai kompetensi untuk mengidentifikasi dan bekerja dengan siswa penyandang disabilitas. Hal ini umumnya terjadi karena terbatasnya peluang pengembangan profesional di wilayah tersebut.

Modul ini melengkapi guru dengan pengetahuan, keterampilan, dan alat bantu agar mereka mampu mengidentifikasi dan mengajarkan siswa penyandang disabilitas dengan lebih efektif. Penekanannya adalah pada pembelajaran untuk semua, dengan fokus ke mengelola kelas dengan segala perbedaan antar individunya, dan memberikan kesempatan bagi seluruh siswa untuk diikutsertakan dan dilibatkan dalam pembelajaran.

Proses penyusunan materi

Modul ini mengambil pembelajaran dari pelaksanaan program rintisan INOVASI sebelumnya, yang menyoroti kesulitan guru dalam mengidentifikasi siswa penyandang disabilitas. Tanpa adanya pendekatan yang efektif dan berbasis data untuk melakukan identifikasi tersebut, guru seringkali terlalu cepat memberikan label yang tidak tepat kepada siswa, dan siswa yang “berbeda” tersebut tidak mendapatkan perhatian dan dukungan belajar yang memadai dari guru.

Landasan modul ini adalah pengenalan Profil Belajar Siswa (PBS); suatu instrumen yang dikembangkan melalui kolaborasi antara Direktorat Guru Pendidikan Menengah dan Khusus, Direktorat Pendidikan Khusus, dan INOVASI. Profil tersebut secara khusus dirancang untuk guru yang tidak memiliki pelatihan khusus dalam mengidentifikasi disabilitas.

Seluruh materi di dalam modul ini disusun secara kolaboratif dan telah mendapatkan masukan dari perwakilan di tingkat nasional dan daerah, termasuk guru sekolah khusus, universitas, dan organisasi penyandang disabilitas. Materi ini telah diujicobakan di sekolah-sekolah untuk memastikan kesesuaian dan relevansinya

BEL (Bantuan Eksplorasi Laman)