Pendidikan Inklusif (Disabilitas) 2: Strategi Spesifik

Minggu, 05/12/2021 WIB | 1049

INOVASI – Pendekatan pelatihan yang digunakan dalam Paket Unit Pembelajaran Pendikan Inklusif (Disabilitas) 2 ini adalah

Pembelajaran mandiri. Peserta diharapkan proaktif untuk dapat mempelajari kembali secara pribadi seluruh materi yang diberikan setiap unit, mencatat berbagai hal termasuk istilah baru yang ditemui selama mengikuti sesi tiap unitnya. Mencari tahu secara mandiri segala hal yang dirasa baru terkait isu, istilah, teknik, alat bantu dan lainnya dengan berbagai sumber lain misalnya bertanya kepada rekan sesama guru/ kolega/ kenalan yang memiliki keahlian khusus di bidang tersebut, mencari informasi di internet atau sumber literatur cetak yang ada seperti buku, media berita dan lainnya.

Pembelajaran kolaboratif. Peserta diharapkan selalu berinisiatif bertanya dan bekerjasama dengan pihak manapun baik di internal sekolah ataupun pihak eksternal sekolah yang dirasa dapat dilibatkan untuk mendukung terciptanya pembelajaran inklusif yang lebih maksimal terhadap para murid di kelas nantinya.

Setiap akhir pembahasaan unit di dalam KKG, peserta akan dibekali dengan berbagai bahan bacaan terkait informasi seputar ragam jenis disabilitas, strategi pendampingan beragam jenis disabilitas sesuai unit yang dibahas, film-film pembelajaran, formulir skrining, dan lainnya.

Kerangka berpikir dalam setiap unit yang dipakai dalam Paket Unit Pembelajaran Pendikan Inklusif (Disabilitas) 2 adalah

Pengertian umum beragam jenis disabilitas
Peserta akan membahas pengertian beragam jenis disabilitas. Misalnya unit membahas jenis disabiltas gangguan pendengaran. Maka akan membahas apa yang dimaksud dengan gangguan pendengaran itu sendiri. Seluruh pengertian yang diberikan di sini adalah pengertian yang dapat dipahami oleh orang awam, tidak melulu dengan pengertian teknis medis.

Jenis-jenis sebuah disabilitas
Setiap disabilitas akan memiliki keragamannya tersendiri. Peserta akan membahas secara umum jenis-jenis gangguan dalam setiap kategori disabilitas itu sendiri. Misalnya gangguan penglihatan maka terdapat masalah rabun jauh (Miopi), rabun dekat, buta warna, Low Vision, gloukoma, astigmatisme dan katarak. Begitu juga misalnya dengan gangguan pendengaran terdapat masalah konduksi ,sensoris dan seterusnya.

Karakteristik/tingkatan kesulitan
Peserta akan membahas seperti apa saja karakteristik siswa dengan gangguan disabilitas tertentu yang dirasa memiliki sedikit kesulitan, banyak kesulitan, dan banyak kesulitan. Sehingga peserta nantinya dapat memikirkan strategi apa yang dapat diterapkan untuk mendampingi siswa dengan disabilitas tersebut sesuai denan tingkat kesulitan yang dihadapi siswa dan sejauh mana teman-teman sebaya ataupun orang tua dapat dilibatkan membantu memaksimalkan pembelajaran anak-anak tersebut di kelas.

Praktek pendampingan
Peserta akan beraktifitas mempraktekkan secara langsung teknik-teknik sederhana pendampingan beragam jenis disabilitas yang masih termasuk kategori dapat dilakukan orang awam (bukan tenaga terlatih atau profesional di bidang tersebut).

Strategi ragam pendampingan
Peserta akan mendiskusikan berbagai tips ragam pendampingan dan memikirkan secara kontekstual penerapan strategi tersebut di dalam kelas masing-masing sesuai kondisi, kemampuan dan ketersediaan sumber daya yang tersedia di sekolah atau di wilayah masingmasing. Secara khusus setiap unit akan diberikan tips strategi pendampingan untuk 4 hal yaitu:

  • Kemandirian
  • Komunikasi
  • Membantu siswa
  • Alat bantu

Jika peserta mendapati siswa memerlukan kebutuhan pendampingan khusus oleh tenaga terlatih, maka guru dapat melibatkan dari pihak luar. Misalnya mencari tenaga terlatih untuk dapat melatih bahasa isyarat, menulis dan membaca braile, terapi perilaku, terapi wicara, terapi perilaku dan seterusnya. Sehingga sangat penting bagi guru untuk dapat melihat kebutuhan spesifik apa yang diperlukan siswa dan kemudian dibuatkan dalam profil belajar siswa (PBS) dan pembuatan Program Pembelajaran Individu (PPI).

Refleksi dan rencana kerja tindak lanjut
Diawal setiap unit peserta akan selalu berefleksi apa saja yang telah diterapkan di kelas dan berbagi apa saja tantangan baru yang ditemui di kelas yang mungkin perlu dibagikan di forum untuk dapat dicari jalan keluarnya bersama. Di akhir setiap unit peserta akan menyusun rencana singkat apa saja yang akan diterapkan di kelas terkait pembelajaran unit yang telah diterimanya.

BEL (Bantuan Eksplorasi Laman)