Topik:

Pelajar Pancasila Belajar Sepanjang Hayat

Sabtu, 23/01/2021 WIB   3202
ONLINE_CLASS_SPED_2020AUG14_JOJO-RINOZA_1-scaled-e1597381625325

Manusia adalah makhluk pembelajar. Di dalam dirinya dan sepanjang hidupnya, selalu ada hal-hal yang ingin diketahui dan dipelajari. Proses ini bahkan berlangsung sejak seseorang lahir, hingga meninggal dunia.

Namun kesadaran untuk mencari ilmu yang bermanfaat di sepanjang hayat, tidak selalu ada di benak setiap orang. Banyak manusia yang menghabiskan waktunya untuk mencari ilmu yang tidak bermanfaat bagi dirinya dan lingkungannya, atau bahkan tidak mencari ilmu sama sekali. Bagi mereka, belajar dianggap sebagai sebuah proses yang berhenti ketika lulus dari pendidikan formal.

Menjadi pembelajar sepanjang hayat sejatinya merupakan bagian penting yang tersirat dalam profil Pelajar Pancasila. Seperti diketahui, salah satu profil Pelajar Pancasila yang ingin diwujudkan melalui program Guru Penggerak adalah pelajar yang mandiri.

Terkait hal tersebut, dalam sebuah kesempatan, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim pernah menyatakan bahwa konsep kemandirian bertumpu pada growth mindset, yaitu sebuah filsafat bahwa seseorang bisa menjadi lebih baik dan terus berusaha dan mencari informasi sebanyak-banyaknya meskipun tidak lagi menjadi bagian dari institusi pendidikan formal.

Menjadi pembelajar seumur hidup ini menjadi lebih penting lagi karena kita sedang hidup dalam dunia yang bergerak sangat cepat. Perubahan-perubahan terjadi setiap saat. Sehingga, untuk bisa beradapatasi dengan perubahan itu, setiap orang mesti belajar terus menerus.

Salah satu contoh dari pembelajar sepanjang hayat adalah Watanabe, seorang pria di Jepang yang meskipun usianya telah menginjak 94 tahun, tetap bersemangat belajar Bahasa Indonesia. Bagi Watanabe, belajar adalah proses yang tak berhenti. Karena itu, dia pun berkomitmen untuk terus belajar Bahasa Indonesia hingga akhir hidupnya nanti.

Contoh lain yang bisa disebutkan adalah Harland David Sanders atau Colonel Sanders, pendiri restoran cepat saji Kentucky Fried Chicken (KFC) yang jaringannya telah berdiri di 150 negara. Hal menarik dari Colonel Sanders adalah kegigihannya menemukan resep terbaik di saat usianya tak lagi muda. Bahkan, resep rahasia ayam goreng KFC yang membuat makanan itu diterima dengan baik di seluruh dunia, ditemukan Sanders saat usianya sudah menginjak 65 tahun. Bagi banyak orang, usia tersebut barangkali dianggap sebagai usia untuk duduk di rumah tanpa melakukan apa-apa. Tapi bagi Colonel Sanders, usia 65 tahun adalah titik awal dari usahanya membangun jaringan restoran cepat saji setelah selama 9 tahun bergelut menemukan resep ayam goreng terbaik.

Tentu tidak mudah untuk mewujudkan kesadaran anak didik bahwa dirinya harus menjadi seorang pembelajar sepanjang hayat.

Beban ini tak dapat dibebankan semata hanya pada guru penggerak atau sekolah penggerak. Jauh lebih penting, kesadaran ini harus dibangun mulai dari lingkungan keluarga. Karenanya, setiap orangtua memiliki tanggung jawab untuk menumbuhkan motivasi anak untuk selalu belajar, mencari tahu, ataupun berlatih.

Dengan adanya motivasi dari orangtua maupun guru, diharapkan kelak anak tersebut selalu bisa memotivasi dirinya sendiri untuk menjadi lebih baik dari hari ke hari dan selalu mencari ilmu yang bermanfaat bagi dirinya sendiri, bagi orang lain, dan bagi lingkungannya.

Selain memotivasi anak untuk menjadi lebih baik dari hari ke hari, sangat penting bagi orangtua maupun guru untuk membantu anak menemukan apa yang menjadi passion mereka. Sebab, pada umumnya setiap orang akan selalu bersemangat melakukan dan meningkatkan keterampilan mereka di bidang-bidang yang mereka sukai dan cintai.

(Bagus Priambodo/Foto atau ilustrasi dipenuhi dari Google Image)

BEL (Bantuan Eksplorasi Laman)