Numerasi Kelas Awal 2: Penerapan dalam Kelas

Minggu, 05/12/2021 WIB | 144

INOVASI Anak-anak Indonesia terus mencatat prestasi yang rendah dalam tes matematika internasional, dengan hanya sedikit peningkatan yang terlihat selama beberapa tahun terakhir (Laporan PISA 2015). Para siswa tidak mampu menangkap konsep matematika yang digunakan untuk mengatasi permasalahan di dunia nyata. Kemampuan ini meliputi: kesadaran akan hubungan antara bilangan dan jumlah, pemahaman simbol dan kosa kata bilangan, serta artinya, kemampuan untuk melakukan perhitungan secara sistematis, kesadaran untuk membandingkan antara berbagai besaran bilangan, pemahaman lebih baik terhadap lambang bilangan dan pola bilangan, dan kompetensi dalam mengerjakan perhitungan matematika sederhana. Praktik pengajaran matematika saat ini tetap difokuskan pada
kemampuan untuk mengerjakan perhitungan, seringkali tanpa membangun pemahaman inti dari konsep matematika, dan bagaimana menerapkannya di dunia nyata. Penguasaan konsep matematika di sekolah menengah atas dimulai dari kelas awal.

Proses pengembangan materi

Paket Unit Pembelajaran Numerasi Kelas Awal (2) ini disusun berdasarkan temuan dari survei awal dan pembelajaran dari pilot di awal program, dan Paket Unit Pembelajaran Numerasi Kelas Awal 1 INOVASI. Survei awal di sekolah-sekolah INOVASI menemukan bahwa banyak siswa kelas satu hingga tiga di sekolah dasar tidak mampu mengenali bilangan atau membedakan jumlah. Mereka yang mampu melakukan hal tersebut kurang bisa menjawab ketika diminta untuk menerapkan konsep matematika untuk memecahkan masalah di dunia nyata.

Seringkali konsep matematika diperkenalkan secara terburu-buru di kelas awal, tanpa diberikan waktu untuk melekatkan dan mempraktikkan pembelajaran baru tersebut. Modul ini fokus secara mendalam pada persepsi bilangan dari awal, agar guru dapat mengembangkan teknik pembelajaran sehingga anak-anak dapat mengeksplorasi, mempraktikkan, mengambil risiko, bertahan, mencoba lagi, dan menunjukkan pemahaman matematika mereka dengan membahas dan menunjukkan proses tersebut.

Materi yang ada dalam unit-unit tersebut disusun secara kolaboratif dan telah mendapatkan masukan dari perwakilan di tingkat nasional dan daerah, dan telah diujicobakan di sekolah-sekolah untuk memastikan kesesuaian dan relevansinya. Topik ini juga selaras dengan kompetensi kunci di Kurikulum 2013 dan memasukkan kemampuan berpikir tingkat tinggi

BEL (Bantuan Eksplorasi Laman)