Numerasi Kelas Awal 1: Konsep Dasar

Minggu, 05/12/2021 WIB | 577

INOVASI  Anak-anak Indonesia terus mencatat prestasi yang kurang baik dalam tes matematika internasional, dengan hanya memperlihatkan sedikit peningkatan dalam beberapa tahun (Laporan PISA 2015). Para siswa tidak dapat menangkap konsep matematika yang digunakan untuk mengatasi permasalahan di dunia nyata. Kemampuan ini meliputi: kesadaran akan hubungan antara bilangan dan jumlah, pemahaman simbol, kosa kata, dan makna bilangan, kemampuan untuk melakukan perhitungan secara sistematik, kesadaran untuk membandingkan antara berbagai besaran bilangan, pemahaman lebih baik akan representasi bilangan dan pola bilangan, serta kompetensi untuk mengerjakan soal perhitungan matematika sederhana. Pengajaran saat ini masih menekankan pada kemampuan melakukan penghitungan matematika, seringkali tanpa membangun pemahaman berbagai konsep matematika yang melatarbelakangi penghitungan tersebut, dan penerapannya di dunia nyata. Program ini menggali tahapan pengembangan konsep numerasi di beberapa bidang kurikulum, sehingga memberikan langkah-langkah pembelajaran logis kepada guru. Langkah-langkah inilah yang mendukung pemahaman dan penerapan di dunia nyata. Penguasaan konsep matematika di sekolah menengah dimulai pada kelas-kelas awal di sekolah dasar.

Proses pengembangan materi

Paket Unit Pembelajaran Numerasi Kelas Awal (1) ini dikembangkan berdasarkan temuan awal dan masukan serta pembelajaran dari program-program awal INOVASI, yakni program kompetensi guru melalui Guru BAIK dan program numerasi awal.

Hasil asesmen dan survei awal sekolah-sekolah menemukan bahwa banyak siswa kelas satu hingga tiga SD tidak dapat mengenali bilangan atau membedakan jumlah (kuantitas). Bagi anak yang mampu melakukan hal tersebut, mereka tidak mampu menerapkan konsep matematika untuk mengatasi permasalahan di dunia nyata. Asesmen tersebut menunjukkan adanya ketimpangan dalam konsep matematika dasar, yang membentuk fondasi untuk langkah pengembangan numerasi selanjutnya. Unit- unit ini dikembangkan sebagai tanggapan atas temuan tersebut, dan untuk memperkenalkan tahapan pengembangan konsep numerasi yang penting di kelas-kelas awal. Topik dalam unit juga selaras dengan kompetensi kunci di Kurikulum 2013.

Materi yang ada dalam unit-unit tersebut disusun secara kolaboratif, dengan mempertimbangkan masukan dari perwakilan di tingkat pusat dan daerah, diujicobakan di lapangan untuk memastikan kesesuaian dan relevansinya, dan diterapkan di Sumbawa dan Sidoarjo. Materi-materi ini didukung oleh LPMP setempat di beberapa kabupaten

BEL (Bantuan Eksplorasi Laman)