Topik:

Nikmati Sekolah untuk Pertama Kalinya melalui Sekolah Daring

Sabtu, 24/04/2021 WIB   312
zzz bloom new

Rory Levin, siswa kelas 6 SD di Bloomington, Minnesota, Amerika Serikat, dulu benci pergi ke sekolah.

Ia memiliki masalah kesehatan yang sering membuatnya gelisah saat bersama siswa-siswi lainnya.

Mengambil kelas pendidikan khusus pun tak banyak mengurangi rasa cemasnya.

Rory lalu mencoba untuk masuk Bloomington Online School, sebuah program khusus digital yang berdiri sendiri dari distriknya.

Program ini diadakan saat pandemi melanda pada 2020 lalu untuk mengganti kegiatan belajar mengajar yang tak bisa lagi tatap muka.

Tak disangka, bergabungnya Rory dalam sekolah daring mengubah cara pandangnya terhadap sekolah.

Bagaimana tidak, untuk pertama kalinya, kata ibunya, Lisa Levin, bocah 11 tahun itu dapat menikmati sekolah.

Ia menyukai kelas video yang digelar melalui siaran langsung dan berteman dengan siswa-siswi lainnya secara daring.

Saat pandemi mereda pada Desember, Bloomington Online School memutuskan untuk tetap menjalankan sekolah daring.

Lisa pun telah berencana untuk mendaftarkan Rory kembali pada musim gugur ini.

“Ini (sekolah daring) sangat cocok untuknya. Kami sangat berharap mereka dapat melanjutkannya (Bloomington Online School) selama sisa masa sekolahnya,” kata Lisa Levin.

Kegiatan sekolah daring seperti Rory sebenarnya dapat juga dilaksanakan di Indonesia bagi anak-anak yang mungkin lebih nyaman belajar secara daring (misal: bagi anak yang mengalami gangguan kesehatan mental/gelisah dan khawatir bila bertemu anak-anak lain di sekolah) sebagai pengganti sekolah tatap muka.

Oleh karenanya, pembelajaran tatap muka terbatas yang akan segera dilaksanakan di Indonesia, harapannya selain mempertimbangkan dampak buruk penularan Covid-19 bila tidak dibatasi, juga merupakan salah satu bentuk perhatian ke anak-anak tertentu yang memang belum siap khususnya secara mental (khawatir/cemas) untuk bertatap muka langsung dengan guru dan siswa lainnya di sekolah. Hal tersebut demi mencegah seperti yang dialami Rory sebelum join di sekolah daring, yaitu munculnya rasa ‘benci pergi ke sekolah’.

(Bagus Priambodo/Sumber: The New York Times/Foto atau ilustrasi dipenuhi dari The New York Times District Administration)

BEL (Bantuan Eksplorasi Laman)