Topik:

Menumbuhkan Nalar Kritis lewat Menulis

Sabtu, 02/01/2021 WIB   2157
writing-table-pe

Di masa kini, ketika informasi melimpah ruah dan membanjiri setiap sisi kehidupan masyarakat, misinformasi dan disinformasi bisa terjadi. Dan itulah yang sedang terjadi saat ini, banyak masyarakat yang terlalu mudah percaya pada informasi hoax dan dengan mudahnya pula membagikan informasi-informasi sesat tersebut.

Misinformasi dan disinformasi yang banyak terjadi saat ini, seharusnya bisa ditangkal apabila masyarakat memiliki kemampuan critical thinking atau nalar kritis. Dengan bekal kemampuan tersebut, mereka akan selalu skeptis, mempertanyakan setiap informasi yang diterima, lalu mencoba mencari kebenaran alternatif atau informasi pembanding.

Salah satu upaya untuk melatih nalar kritis seperti yang kami kutip dari hurleywrite.com adalah dengan menulis. Lalu pada ujungnya nanti, nalar kritis itu sendiri menjadi modal penting untuk menghasilkan tulisan yang baik.

Mengapa menulis menjadi arena penting untuk melatih daya kritis?

Sudah kita ketahui bahwa untuk menghasilkan tulisan yang baik dan tulisan yang berbobot, seseorang harus banyak membaca. Dengan membaca banyak referensi, berarti seseorang itu sedang memasukkan banyak pengetahuan ke dalam kepalanya. Dalam proses itu, seringkali ada informasi-informasi atau gagasan-gagasan yang saling berbeda satu sama lain. Nah, di saat seperti inilah nalar kritis diperlukan untuk mengadu gagasan mana yang paling tepat. Perlu diingat, membaca memang penting, namun memiliki daya nalar kritis setelah membaca, jauh lebih penting.

Kedua, menulis dapat menjadi arena penting untuk melatih daya kritis karena saat seseorang sedang menulis, pada dasarnya dia sedang menuangkan apa yang ada di dalam alam pikirannya. Selama proses menjalin untaian kata dan kalimat tersebut, tentunya seseorang melakukannya sambil berpikir dan menimbang-nimbang apakah gagasan yang disampaikannya sudah tepat atau masih lemah? Lazimnya pula, apabila dia merasa gagasannya masih lemah, dia akan berusaha mencari informasi tambahan sebagai pendukung atau melakukan kontemplasi demi mendapatkan pemahaman yang lebih lengkap.

Ketiga, menulis pada dasarnya adalah upaya membangun logika dan menuangkannya dalam bentuk teks. Dengan tulisan yang logis, maka pembaca akan lebih mudah memahami dan menangkap pesan yang disampaikannya. Karena itu, semakin sering berlatih menulis, maka kemampuan untuk membangun logika akan menjadi lebih terasah.

Harus diketahui, bahwa nalar kritis ini adalah sesuatu yang bisa dibangun bahkan sejak kanak-kanak. Makanya, agar anak memiliki kemampuan tersebut, jangan ragu untuk mengajak dan melatih mereka untuk menulis.

(Bagus Priambodo/Foto atau ilustrasi dipenuhi dari Google Image dan https://pxhere.com)

BEL (Bantuan Eksplorasi Laman)