Topik:

Menulis Dapat Memperkuat Ingatan dan Kemampuan Metakognitif Siswa

Kamis, 28/01/2021 WIB   475
5f4ad73e0b303.image

Dalam proses pembelajaran, menulis memiliki manfaat yang besar. Selain mengembangkan nalar kritis dan daya kreativitas, menulis juga dapat memperkuat ingatan dan menjadi alat metakognitif siswa.

Dikutip dari edutopia.org, informasi dan materi yang didapat di kelas seringkali dengan cepat terlupakan bila hanya didengar. Karena itu, dengan menuangkannya dalam tulisan, akan semakin memperkuat daya ingat siswa terhadap informasi dan materi itu.

Hal ini pun terbukti. Dalam penelitian yang dilakukan pada 2014 oleh Sekolah University Park Campus di Massachusetts, Amerika Serikat, para siswa yang dibiasakan menulis dengan metode low-stakes writing, memiliki skor 16 persen yang lebih tinggi dalam ujian akhir ketimbang para siwa yang tidak dibiasakan melakukannya.

Menulis juga memampukan para siswa untuk memproses informasi di level yang lebih dalam. Memang, menjawab soal pilihan berganda dapat membantu mengingatkan siswa mengenai topik tertentu, tetapi dengan meminta menuliskan jawabannya, akan membuat para siswa berpikir lebih dalam dan mengevaluasi berbagai ide yang berbeda.

Selain untuk memperkuat ingatan, menulis juga menjadi alat metakognitif. Seperti diketahui metakognitif adalah kemampuan untuk mengontrol berbagai aspek kecerdasan kognitif, yakni mengingat, memahami, menerapkan, menganalisis, mengevaluasi, dan mencipta.

Seringkali, tak sedikit siswa yang merasa dirinya telah memahami sebuah topik. Tetapi ketika mereka diminta untuk menuliskannya dan menjelaskannya, tampaklah bahwa pemahaman mereka masih kurang.

Untuk melatih kemampuan metakognitif tersebut, Salah satu strategi menulis efektif yang diterapkan di University Park Campus adalah meminta para siswa untuk menulis hal-hal yang mereka tahu dan telah pelajari, lalu menerapkannya serta membandingkannya dengan berbagai konteks atau situasi yang mereka temui. Sebagai contoh, ketimbang meminta siswa membaca ringkas topik mengenai ekosistem yang disajikan dalam textbook, para siswa dapat diminta untuk menuliskan atau menceritakan dampak yang mungkin saja terjadi pada lingkungan ketika mereka memproduksi sampah dari makanan di rumah mereka.

Dengan kata lain, menulis akan menjadi lebih bermanfaat bagi siswa ketika mereka diberikan kesempatan untuk menjabarkan teori dan membandingkannya dengan kehidupan mereka sehari-hari. Dari sinilah, akan muncul daya kritis dan kreativitas yang diharapkan, sehingga terwujudlah profil Pelajar-Pelajar Pancasila.

(Bagus Priambodo/Foto atau ilustrasi dipenuhi dari Google Image)

BEL (Bantuan Eksplorasi Laman)