Topik:

Mengintip Kurikulum di Luar Negeri untuk Membantu Anak Belajar Menulis

Jumat, 01/01/2021 WIB   4806
Student studying writing notes at home

Upaya untuk mengembangkan kemampuan literasi anak didik telah mendapatkan porsi yang lebih dalam sistem pendidikan di sejumlah negara maju. Selain membaca, kemampuan literasi yang terus dikembangkan secara beriringan oleh sekolah-sekolah di sejumlah negara maju tersebut adalah kemampuan menulis.

Salah satunya tercermin dalam Kurikulum Victoria atau Victorian Curriculum yang berlaku di Australia. Kemampuan literasi tersebut, lebih tepatnya tertuang dalam Kurikulum Victoria F-10 yang menetapkan apa saja yang perlu dipelajari oleh seorang siswa sepanjang tahun kesebelas studi mereka.

Lewat kurikulum ini, siswa-siswa tersebut diharapkan memiliki seperangkat pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan untuk pembelajaran jangka panjang, pengembangan sosial, serta untuk menjadi warga yang aktif dan terinformasi dengan baik.

Terkait keterampilan menulis, dalam kurikulum tersebut dijelaskan bahwa penulis yang efektif membutuhkan pemahaman mengenai beberapa hal. Pertama, kemampuan memahami makna. Kedua, pemahaman terhadap proses menulis. Ketiga, pemahaman terhadap tujuan dari teks dan audiens yang dituju. Keempat, bahasa dan pilihan visual untuk membentuk makna dari teks.

Dari hal tersebut, selanjutnya diuraikan instruksi-instruksi rinci yang dapat diberikan dalam pembelajaran menulis efektif.

Instruksi pertama, libatkan siswa dalam kegiatan menulis untuk audiens tertentu dan tujuan tertentu.

Kedua, libatkan para siswa dalam kegiatan menulis yang terfokus.

Ketiga, diskusi tentang contoh dan pola pilihan bahasa dalam teks melalui praktik pengajaran seperti pemodelan atau dekonstruksi, praktik terbimbing atau konstruksi bersama, dan konferensi menulis.

Keempat, menyusun berbagai praktik pelatihan menulis seperti menulis bersama, menulis interaktif, dan menulis independen.

Kelima, berikanlah kebebasan bagi para siswa untuk mencoba berbagai kemungkinan.

Keenam, berikanlah waktu khusus untuk menulis yang tidak dapat diganggu.

Ketujuh, buatlah hubungan yang jelas antara pembuatan makna dalam membaca dan menulis.

Kedelapan, bantulah para siswa untuk memahami perbedaan antara bahasa lisan dan tulisan.

Kesembilan, berikan instruksi yang jelas terkait proses menulis, tata bahasa, hingga ejaan.

Kesepuluh, pastikan siswa terlibat dalam kolaborasi di semua fase proses penulisan.

Kesebelas, gunakan berbagai macam teks yang otentik sebagai model tulisan.

Keduabelas, pastikan guru juga menulis dan tulisan mereka dapat dilihat.

Ketigabelas, berikan masukan dan umpan balik kepada siswa di semua tahapan proses menulis.

Keempatbelas, berikan instruksi eksplisit tentang keterampilan fonologis dan fonologis dasar yang diperlukan untuk menyandikan makna serta pengetahuan tentang bahasa.

Kelimabelas, berikan kesempatan kepada para siswa untuk menggubah berbagai genre dalam berbagai format.

Keenambelas, pastikan ada instruksi-instruksi untuk grup besar, grup kecil, dan individu.

Ketujuhbelas, ambil bagian dalam pelajaran bahasa di seluruh kurikulum.

(Bagus Priambodo/Foto atau ilustrasi dipenuhi dari Google Image)

BEL (Bantuan Eksplorasi Laman)