Topik:

Mengenal 20 Manfaat Menulis untuk Belajar bagi Siswa

Jumat, 01/01/2021 WIB   10596
maxresdefault

Dalam proses pembelajaran, membiasakan dan melatih siswa untuk menuangkan ide, opini, serta gagasannya melalui tulisan adalah hal yang tak dapat dikesampingkan. Kegiatan belajar menulis seharusnya diberi porsi yang sama besar dengan kegiatan membaca. Dua aktivitas itu pun, seharusnya berjalan beriringan. Sebab, seseorang akan mampu menulis apabila dia memiliki banyak bahan yang diperoleh dari membaca. Sebaliknya, seseorang akan butuh membaca sebanyak-banyaknya apabila dia ingin menyusun sebuah tulisan.

Menurut Suyono (2014), menulis merupakan proses berpikir yang paling sempurna. Mengapa demikian? Sebab, melalui menulis, seseorang akan menyajikan informasi serta pemahamannya tentang sesuatu dengan selengkap-lengkapnya. Semua yang dibagikan itu pun tentu telah melewati proses ‘dipikirkan’ secara matang hingga diolah sebaik-baiknya. Karena itu, menulis membutuhkan waktu lebih lama ketimbang berbicara secara spontan. Oleh karena itu, selain mengajak membaca, setiap guru sebaiknya memberi kesempatan luas kepada anak didiknya untuk menuliskan apapun yang sedang dipelajari serta membiasakan siswa membaca, berdiskusi, merenung, lalu menulis.

Selain mengajak berpikir, berikut adalah beragam manfaat dari menulis untuk para siswa menurut Suyono. Tentu saja, apa yang dituliskan dalam daftar berikut merupakan sebagian saja dari manfaat besar menulis untuk belajar.

  1. Menulis menantang siswa untuk mengaitkan pengetahuan lama dengan pengetahuan baru. Sebagai pembelajar, seorang siswa pastinya telah memiliki pengetahuan tentang sesuatu. Seberapapun kecilnya, pengetahuan itu sudah dapat menjadi modal untuk menulis. Ketika mereka ditantang untuk menulis, maka mereka ditantang untuk menggali lebih banyak tentang pengetahuan yang mereka miliki. Di sinilah terjadi aktivitas mengaitkan pengetahuan baru dengan pengetahuan lama.
  2. Menulis menantang siswa menyelidiki dan memahami sesuatu secara mendalam. Kegiatan menyelidiki ini dapat dilakukan dengan berbagai cara, misalnya membaca, melakukan pengamatan, wawancara, penelitian, dan kegiatan lainnya.
  3. Menulis menantang siswa mendemonstrasikan pemahamannya mengenai suatu hal. Pengalaman mendemonstrasikan ini sekaligus mengondisikan siswa untuk menata gagasan-gagasan dan bukti secara teratur.
  4. Menulis menantang siswa lebih banyak membaca. Sebab, untuk membuat tulisan yang kaya, dibutuhkan banyak bahan yang diperoleh dari membaca. Selain dapat mengembangkan gagasan dan memiliki informasi yang banyak, dengan membaca pula, siswa akan terdorong untuk berpikir.
  5. Menulis menantang siswa belajar menjelaskan sesuatu secara runtut dan logis agar dapat dipahami pembaca.
  6. Menulis melatih siswa merinci hal yang sedang dipelajari serta membandingkan gagasan atau data yang akan ditulis.
  7. Menulis dapat mendorong siswa menggali bahan-bahan yang relevan melalui berbagai sumber, misalnya hasil penelitian. Kebiasaan menggali dan menemukan bahan yang relevan tersebut, di masa depan akan sangat bermanfaat bagi siswa, misalnya untuk melanjutkan studi, memasuki dunia masyarakat, dan memasuki kehidupan bermasyarakat.
  8. Menulis dapat mengondisikan siswa belajar mengemukakan gagasan serta merumuskan simpulan-simpulan.
  9. Menulis menuntut siswa belajar mengurutkan sesuatu secara logis dan mengklasifikasi hal-hal yang akan ditulis. Pengalaman ini bila terus dilakukan berulang-ulang, akan membuat siswa lebih cerdas dalam memahami sesuatu.
  10. Menulis mendorong siswa melakukan analisis terhadap hal-hal yang akan ditulis serta aspek-aspek lain yang terkait. Tanpa melalui kegiatan analisis, tulisan tidak akan terwujud karena ide besar yang akan menjadi isi tulisan tidak terjabarkan.
  11. Menulis mengondisikan siswa belajar menemukan masalah, merumuskan masalah, lalu memecahkannya.
  12. Menulis melatih siswa menguji gagasannya dan gagasan orang lain.
  13. Menulis melatih siswa melakukan diagnosis terhadap masalah atau hal yang akan ditulis. Tentu saja, topik yang akan ditulis memang tidak akan selalu berisi hal-hal yang baik. Suatu topik, bisa saja mengandung masalah, yakni kesenjangan antara yang senyatanya dan yang seidealnya. Di sinilah siswa harus mampu mendiagnosis kemungkinan adanya masalah tersebut.
  14. Menulis mendorong siswa memproduksi gagasan-gagasan baru secara kreatif.
  15. Menulis melatih siswa menyeleksi bahan atau data atau temuan yang paling relevan untuk dihadirkan.
  16. Menulis melatih siswa mengabstraksikan kenyataan atau data konkret menjadi pernyataan-pernyataan ilmiah.
  17. Menulis membiasakan siswa merekonstruksi temuan atau gagasan-gagasannya menjadi pemikiran yang lebih mudah dipahami.
  18. Menulis dapat memonitor pemahaman siswa mengani banyak hal serta menjadi modus belajar yang paling komprehensif karena siswa dituntut untuk mampu mengamati, mengumpuikan data, menganalisis, memprediksi kemungkinan, dan berspekulasi.
  19. Menulis membiasakan siswa menyimpan atau mendokumentasikan gagasannya. Sebab lewat tulisan, gagasan seseorang akan tersimpan ‘abadi’ dan menjadi jejak sejarah bagi penulisnya.
  20. Menulis membiasakan siswa melakukan komunikasi ilmiah dengan pihak lain serta belajar memahami perbedaan pendapat.

(Bagus Priambodo/Foto atau ilustrasi dipenuhi dari Google Image)

BEL (Bantuan Eksplorasi Laman)