Topik:

Membaca Bersama di Rumah, Pupuk Kesejahteraan Keluarga

Minggu, 11/07/2021 WIB   779
zzz justx

Membaca bersama ternyata bisa menjadi sarana yang ampuh untuk menjalin keharmonisan keluarga selama pandemi Covid-19. Ini terungkap dari hasil proyek penelitian yang dilakukan di Queenwood School for Girls di Sydney, Australia pada Januari 2020.

Penelitian berjudul “Just Read” ini awalnya dilakukan untuk  membangun budaya membaca dan menyulut kecintaan siswa membaca. Namun, fakta lain mengungkap bahwa membaca bersama di rumah sangat erat kaitannya dengan kesejahteraan keluarga selama Pandemi Covid-19.

Awalnya, penelitian yang dimentori pakar literasi terkemuka dari Universitas Edith Cowan, Dr Margaret Merga, dilakukan di sekolah. Melibatkan seluruh guru dan siswa mulai dari Taman Kanak-kanak (TK) hingga kelas 11.

Setiap hari, para guru dan siswa diminta membaca dalam hati secara berkelanjutan atau Sustained Silent Reading (SSR). Buku bacaan yang dipilih sesuai kesenangan siswa masing-masing, Tak hanya membaca, guru dan siswa juga mendiskusikan buku yang telah dibaca.

Di awal-awal, proyek ini berjalan lancar. Namun, kondisi ini seketika berubah ketika lockdown mulai diberlakukan di Kota Sydney. Layaknya kota mati, proses pembelajaran tatap muka di sekolah pun ditiadakan, digantikan sistem daring (dalam jaringan) atau online.

Dalam kondisi dekimian, Komite Literasi terus melanjutkan proyek “Just Read” dalam bentuk berbeda.

Mereka memasukkan bacaan harian ke dalam jadwal belajar di rumah. Sisi formal penelitian, seperti mewajibkan guru memberi contoh membaca di kelas setiap hari tidak mungkin dilakukan.

“Kami tahu, data kami akan terpengaruh Covid-19,” kata Vanessa Collins, Direktur Kurikulum Sekolah Menengah

Di tengah kekhawatiran hasil proyek tak sesuai harapan, justru fakta lain terungkap.

Ternyata, peran orangtua di program ini cukup besar.

Seperti diungkap di artikel sebelumnya

Ada indikasi kuat bahwa banyak siswa berusaha agar orangtuanya mengambil peran sebagai guru di rumah saat lockdown. Anak-anak yang biasa melihat guru membaca buku di kelas setiap hari menuntut orangtuanya melakukan hal serupa di rumah.

Kondisi ini justru membawa keharmonisan ke dalam keluarga. Salah satu wali siswa mengaku, membaca bersama memberi mereka berbagai topik baru untuk didiskusikan di meja makan malam.

Banyak anak yang bertanya ke orangtua tentang buku apa yang dibaca dan memintanya untuk menceritakan bagian favorit dari buku mereka.

Hal ini tidak dibayangkan Komite Literasi, meskipun ‘diskusi buku’ di penelitian ini menjadi aspek yang penting.

“Covid-19  mungkin telah mengubah arah proyek, tetapi ini memberi kami kesempatan unik untuk menjelajahi hubungan antara membaca dan kesejahteraan,” kata Vanessa.

Seorang wali siswa kepada Komite Literasi mengatakan, kedua putrinya sangat menyukai program “Just Read” di rumah. Hal itu membuat mereka lebih tenang, tertarik satu sama lain dan dunianya.

“Salah satu orangtua mengatakan bahwa membaca di rumah adalah bagian paling bahagia dari hari mereka yang kacau balau selama lockdown,” terang Vanessa.

Sementara bagi siswa, membawa “Just Read” dari ruang kelas ke rumah adalah transisi yang mudah. “Sesuatu yang didambakaan oleh banyak siswa kami selama lockdown,” katanya.

Hasil ini selaras dengan respons pertama  saat program ini baru diluncurkan sebelum ada lockdown. Di awal program, para orangtua sudah memuji program ini akan menjadi cara yang luar biasa mendorong literasi sepanjang usia. “Dulu putri saya dipandang aneh karena selalu membawa buku di tangannya. Sekarang adalah normal bagi anak perempuan membawa buku. Membaca sekarang keren,” terang Vanessa mengutip pernyataan orangtua siswa.

Menurut Vanessa, Covid-19 menunjukkan betapa pentingnya rasa normalitas untuk menjaga kesejahteraan siswa. “Just Read membantu memberikan normalitas kepada siswa kami selama lockdown dan menyediakan platform baru bagi keluarga untuk membaca dan berdiskusi bersama,” tukasnya.

(Bagus Priambodo/Sumber: Teacher Magazine/Foto atau ilustrasi dipenuhi dari Google Image)

BEL (Bantuan Eksplorasi Laman)