Majalah Median Edisi 1 Tahun 2020

Sabtu, 06/02/2021 WIB | 361

Dalam konsep Merdeka Belajar, cara mengukur kompetensi anak didik bukan dengan cara menerapkan standar yang sama terhadap semua siswa (murid). Sebab, ada kesadaran bahwa setiap anak lahir dengan bakat, kemampuan, serta minat yang berbeda. Tentu tidak fair (adil) apabila sesuatu yang berbeda-beda diukur menggunakan ‘penggaris’ yang sama.

Pada prinsipnya, apa yang dilakukan Kemendikbud melalui gebrakan-gebrakan seperti tersebut di atas adalah sebuah ikhtiar untuk mewujudkan manusia Indonesia yang seutuhnya.

Pendidikan sendiri adalah bagian dari pengalaman-pengalaman yang dirasakan oleh akal manusia. Pengalaman-pengalaman yang diperoleh anak melalui pendidikan, harus diakui tidak muncul dengan sendirinya, melainkan merupakan hasil dari konstruksi sosial yang dibangun lewat sistem pendidikan yang terus menerus dibangun sampai saat ini. Karena itu, dengan memahami bahwa manusia pada hakikatnya adalah makhluk yang kreatif, sistem pendidikan seharusnya memberi ruang untuk terwujudnya bangunan kreativitas pada anak-anak.

Menciptakan kreativitas pada anak bukanlah sesuatu yang hanya bisa dilakukan di sekolah. Terlebih di momen darurat atau terdesak seperti saat ini ketika anak-anak mau tidak mau harus ‘dirumahkan’ karena wabah Covid-19.

Begitu pun Covid-19 yang sedang “onfire” di tengah kebijakan Merdeka Belajar saat ini, seolah menyadarkan kita sesegera mungkin melakukan transformasi pada budaya pendidikan. Kita yang dulu tak terbiasa mengajar melalui medium tele-conference, kini sudah mulai mahir, bahkan mungkin akan tergoda untuk menerapkan belajar darimana saja (tidak hanya dari sekolah atau rumah) di masa-masa mendatang ketika pandemi berakhir. Kita yang dulu terbiasa membanjiri anak-anak dengan tes-tes pilihan ganda yang lebih mempermudah penilaian, akan lebih menyukai memberikan tugas-tugas menyenangkan yang lebih mendorong dan memerdekakan kreativitas anak dibantu teknologi.

Semoga kita semua punya kesadaran yang sama bahwa situasi pahit yang terjadi pada bangsa ini sekarang, tidak dapat menjadi penghalang bagi upaya-upaya kita mencerdaskan generasi. Justru dengan ujian ini, mudah-mudahan makin banyak muncul sosok-sosok (pribadi-pribadi) kreatif dan inovatif di dunia pendidikan kita, yang tetap mampu memberikan yang terbaik dalam situasi yang buruk sekalipun

BEL (Bantuan Eksplorasi Laman)