Literasi Kelas Awal 2: Penilaian Pembelajaran Berdiferensiasi

Minggu, 05/12/2021 WIB | 87

INOVASI  Literasi (Membaca dan Menulis) merupakan fondasi dari segala pembelajaran, termasuk sains, teknologi, matematika, pendidikan karakter, dan kemampuan berpikir tingkat tinggi. Literasi diakui sebagai kemampuan kunci untuk menghadapi abad ke-21.

Indonesia masih tertinggal dari negara-negara tetangganya di kawasan Asosiasi Negara-negara Asia Tenggara (ASEAN) di bidang literasi dasar, dan juga tertinggal dalam tes pembanding nasional dan internasional. Pada akhirnya, ini berujung pada rendahnya keterampilan kerja dan hilangnya produktivitas dan daya saing di tingkat nasional. Anak-anak yang tidak belajar membaca dengan lancar di kelas awal akan tertinggal dari teman-teman mereka di seluruh bidang pembelajaran, dan ketimpangan ini terus melebar seiring waktu.

Hasil dari Penilaian Membaca Kelas Awal atau Early Grades Reading Assessment (EGRA) di tingkat nasional yang diselenggarakan pada tahun 2014 menunjukkan hanya 47 persen siswa kelas 2 sekolah dasar yang mampu membaca dengan lancar dan siap naik ke kelas 3. Di wilayah timur Indonesia, angka tersebut hanya mencapai 23 persen. Hasil Program Asesmen Nasional Indonesia atau Indonesian National Assessment Program (INAP) menunjukkan hampir separuh (47 persen) siswa kelas 4 yang dijadikan sampel berada di kelompok literasi terendah untuk tingkatan mereka. Sementara itu, di 11 dari 24 provinsi, lebih dari 60 persen masuk ke dalam kelompok terendah. Ada kebutuhan darurat untuk menindaklanjuti hasil-hasil tersebut dan memberikan kepada siswa lebih banyak peluang untuk memperoleh hasil yang baik, melalui peningkatan pengajaran membaca dan akses atas bacaan yang sesuai dan bermutu.

Proses pengembangan materi

Paket Unit Pembelajaran Literasi Kelas Awal (2) ini melanjutkan pengetahuan dan keterampilan yang diperkenalkan dalam Paket pembelajaran Literasi 1. Hasil dari survei awal dan akhir program INOVASI untuk Paket Pembelajaran Literasi 1 menunjukkan peningkatan secara umum dalam hal pengetahuan guru tentang kemampuan dasar yang harus diperoleh pembaca agar lancar membaca dan agar memahami bahan yang mereka baca. Paket Pembelajaran ini berfokus pada aspek praktis untuk mengukur dan memperkuat kemampuan tersebut. Para guru akan mengunakan penilaian formatif dan rekaman berjalan (running record) untuk mengukur kemampuan membaca di tingkat individu,
mencocokkan siswa dengan bahan bacaan yang sesuai dengan tingkat perkembangan membaca mereka, serta mencoba kegiatan dan strategi untuk pengajaran membaca berdiferensiasi dan peningkatan pemahaman bacaan.

Seluruh materi di dalam Paket Pembelajaran ini disusun secara kolaboratif dan telah mendapatkan masukan dari perwakilan di tingkat nasional dan daerah, dan telah diujicobakan di sekolah-sekolah untuk memastikan kesesuaian dan relevansinya. Paket ini saat ini sedang diterapkan di sembilan kabupaten di empat provinsi.

BEL (Bantuan Eksplorasi Laman)