Literasi Kelas Awal 1: Konsep Dasar Keterampilan Membaca

Minggu, 05/12/2021 WIB | 116

INOVASI – Literasi (Membaca dan Menulis) merupakan fondasi dari segala pembelajaran, termasuk untuk ilmu pengetahuan, teknologi, matematika, pendidikan karakter, dan keterampilan berpikir tingkat tinggi (HOTS). Literasi diakui sebagai keterampilan kunci untuk menghadapi abad ke-21.

Indonesia masih tertinggal dari negara-negara tetangganya di Association of Southeast Asian Nations (ASEAN) di bidang literasi dasar, dan tertinggal dalam tes pembanding nasional dan internasional. Pada akhirnya, ini berujung pada rendahnya keterampilan tenaga kerja dan hilangnya produktivitas serta daya saing di tingkat nasional. Anak-anak yang tidak belajar membaca dengan lancar di kelas awal akan tertinggal dari teman-teman mereka di seluruh bidang pembelajaran, dan ketimpangan ini semakin besar seiring waktu.

Menurut hasil Penilaian Membaca Kelas Awal (EGRA) di tingkat nasional yang dilaksanakan pada tahun 2014, hanya 47 persen siswa kelas 2 yang lancar membaca dan siap naik ke kelas tiga. Di Indonesia Timur, angka ini hanya mencapai 23 persen. Hasil dari Asesmen Kompetensi Siswa Indonesia (AKSI) Kemendikbud 2016 menunjukkan hampir separuh (47 persen) siswa kelas 4 yang dijadikan sampel berada pada kelompok literasi terendah untuk tingkatan mereka. Sementara itu, di 11 dari 24 provinsi, lebih dari 60 persennya berada pada kelompok terendah. Ada kebutuhan darurat untuk menindaklanjuti hasil-hasil tersebut dan memberikan kepada siswa lebih banyak peluang untuk memperoleh hasil yang baik, dengan meningkatkan pengajaran membaca dan akses ke bahan bacaan yang sesuai dan bermutu.

Proses pengembangan materi

Paket Unit Pembelajaran Literasi Kelas Awal (1) ini dikembangkan berdasarkan temuan dari asesmen pada survei awal INOVASI dan pembelajaran dari hasil identifikasi masalah dan solusi di kelas oleh guru untuk meningkatkan hasil-hasil pembelajaran. Ditemukan bahwa para guru membutuhkan pengetahuan dan keterampilan yang lebih luas agar mampu mengatasi permasalahan membaca yang dihadapi siswa mereka. Berangkat dari riset internasional, Paket Unit ini berdasarkan pada komponen kritis dalam belajar membaca, dan memperkenalkan berbagai strategi dan ide pengajaran untuk mendukung pengenalan tersebut. Materi disusun secara kolaboratif dengan masukan dari perwakilan di tingkat pusat dan daerah, diujicobakan di sekolah-sekolah untuk memastikan kesesuaian dan relevansinya, dan diterapkan di 13 kabupaten di empat provinsi. Materi-materi tersebut didukung oleh LPMP setempat di beberapa kabupaten

BEL (Bantuan Eksplorasi Laman)