Topik:

Konsep Writing to Learn Bisa Diterapkan di Semua Mata Pelajaran

Minggu, 03/01/2021 WIB   659
Doing the Math

Ketika kita mendengar tugas menulis untuk siswa, seringkali pikiran kita langsung tertuju pada mata pelajaran bahasa atau pelajaran lain di rumpun ilmu sosial. Di sekolah-sekolah di Indonesia, hampir-hampir kita jarang mendengar guru matematika atau guru fisika memberikan pelajaran menulis untuk para siswanya.

Sebenarnya, ketika kita berbicara mengenai konsep writing to learn, maka semua mata pelajaran dapat menerapkan konsep tersebut. Termasuk mata pelajaran yang lebih banyak mengedapankan perhitungan seperti fisika dan matematika.

Dikutip dari Writing Center University of Montana, konsep writing to learn atau menulis untuk belajar, berbeda jauh dengan menulis untuk mengomunikasikan tugas.

Menulis untuk mengomunikasikan tugas, umumnya menuntut adanya penilaian dari guru, sekolah, atau kampus. Di sini, penilaian tergantung pada sejauh mana kejelasan dan akurasi dari tulisan yang dijadikan sebagai tugas.

Sedangkan menulis untuk belajar umumnya bersifat informal, exploratif, dan seringkali tidak dinilai. Tujuannya pun bukan untuk membuat tulisan yang baik, tetapi untuk membiasakan agar menjadikan menulis sebagai alat untuk mengeksplorasi gagasan, menemukan berbagai kemungkinan, dan memperjelas ide.

Dengan demikian, dalam konsep Writing to learn, setiap peserta didik diberikan kebebasan yang seluas-luasnya karena tak dibebani oleh tuntutan nilai atau pemeringkatan. Kebebasan ini termasuk dalam hal penggunaan bahasa. Ini senada dengan pernyataan Peter Elbow, seorang profesor emiritus di bidang bahasa Inggris yang telah memimpin program penulisan sejak 1996 hingga 2000. Dia menyebutkan, para siswa akan belajar lebih banyak dari menulis ketimbang dari respon yang diberikan terhadap hasil tulisan mereka.

 

Disebutkan sebelumnya, konsep writing to learn dapat diaplikasikan di semua mata pelajaran, termasuk mata pelajaran yang terkait sains dan membutuhkan lebih banyak perhitungan. Sebagai contoh, dalam pelajaran matematika atau fisika, siswa dapat diminta dan dilatih menulis jurnal ilmiah yang berisi hasil penelitian mereka tentang bidang matematika yang dipelajari. Sehingga, selain piawai dalam berhitung, mereka pun mahir dalam mengemukakan gagasan serta hasil penelitian mereka.

Konsep writing to learn, selain dapat diterapkan di semua disiplin ilmu atau mata pelajaran, juga memiliki beberapa manfaat. Di antaranya, membantu mendorong kemampuan berpikir kritis dan berpartisipasi dalam diskusi kelas. Kemudian, juga dapat melatih para siswa untuk membangun pengetahuan lebih banyak.

Dalam pelaksanaannya, guru memang sebaiknya tak memberikan penilaian terhadap tulisan-tulisan yang dihasilkan siswa dalam aktivitas writing to learn. Tetapi, guru tetap harus membaca tulisan tersebut dan dapat memanfaatkan tulisan yang dibuat untuk membangun diskusi di kelas.

Terakhir, sangat perlu untuk menjadikan kegiatan menulis ini sebagai aktivitas yang menyenangkan. Caranya, ajak para siswa untuk menulis apa yang mereka ketahui tanpa harus dibebani ketakutan akan salah, kemudian beranikan mereka untuk menceritakan apa yang membuat mereka bingung.

Kemudian, bagi para guru yang berniat menggunakan model pembelajaran seperti ini, ada baiknya lebih fokus pada kualitas gagasan yang tertuang dalam tulisan dan mengesampingkan kualitas tulisan. Dengan demikian, para peserta didik tidak kuatir untuk menulis sebebas-bebasnya, sekreatif-kreatifnya.

(Bagus Priambodo/Foto atau ilustrasi dipenuhi dari Google Image dan https://pxhere.com)

BEL (Bantuan Eksplorasi Laman)