Kepemimpinan Pembelajaran

Minggu, 05/12/2021 WIB | 1977

INOVASI – Kepala sekolah memiliki peran sentral bagi perkembangan dan peningkatan kualitas pendidikan di sekolah. Pengelolaan perubahan dan proses peningkatan kualitas oleh Kepala Sekolah berpengaruh kepada cepat atau lambatnya kemajuan yang diharapkan. Sebagai pimpinan dan manajer, kepala sekolah memimpin dan mengelola segala proses tersebut untuk mencapai tujuan bersama yang tertuang dalam Visi dan Misi sekolah, sejalan dengan Visi dan Misi Pendidikan Indonesia. Sebagaimana diamanatkan dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 13 Tahun 2007 Tanggal 17 April 2007 Tentang Standar Kepala Sekolah/ Madrasah, kepala sekolah harus memiliki kualifikasi dan kompetensi agar dapat melaksanakan tugasnya.

Paket unit pembelajaran ini mendiskusikan tugas-tugas dan peran sentral kepala sekolah dalam pencapaian tujuan pendidikan di sekolah, yang sejalan dengan tujuan pendidikan nasional.

Unit 1 adalah tentang membangun sekolah positif sebagai fondasi bagi terbentuknya sinergi elemen-elemen pembangun sekolah yang kondusif bagi pencapaian tujuan pendidikan. Kepala sekolah memiliki peran yang sangat strategis untuk melakukan perubahan-perubahan dan pengembangan solusi-solusi alternatif demi mencapai tujuan-tujuan tersebut dan memastikan terjadinya sinergi antara elemen pembentuk lingkungan sekolah yang positif.

Unit 2 mendiskusikan pelibatan masyarakat dalam meningkatkan kualitas pendidikan di sekolah sebagai bagian dari komunitas pembelajar. Kepala sekolah diharapkan dapat mengkaji ulang upaya-upaya peningkatan kesadaran masyarakat dan sekolah tentang pentingnya peran serta masyarakat dalam membantu pembelajaran, baik dalam bentuk penyediaan narasumber ataupun penyediaan bahan belajar.

Dalam Unit 3, diskusi difokuskan pada siklus supervisi akademik dengan tujuan meningkatkan kualitas proses dan hasil pembelajaran serta kompetensi guru dan peserta didik, dimulai dari perencanaan supervisi oleh kepala sekolah bersama guru, pelaksanaan observasi pembelajaran di dalam kelas dengan menggunakan alat yang sesuai, dan pemberian umpan balik kepada guru melalui diskusi terbuka. Supervis akademik dibedakan dengan penilaian kinerja guru.

Unit 4 mendiskusikan tentang perencanaan pengembangan sekolah. Perencanaan pengembangan sekolah tersebut harus berupa perencanaan komprehensif yang dengan jelas menggambarkan tujuan sekolah, prioritas sekolah pada peningkatan kualitas, langkah-langkah utama yang akan diambil untuk mencapai tujuan, sumber daya dan sumber dana yang diperlukan, dan target yang ingin dicapai.

Unit 5 mendiskusikan tentang proses pengidentifikasian masalah-masalah di sekolah, prioritas penyelesaian masalah, dan strategi penyelesaiannya, baik masalah pembelajaran maupun pengelolaan. Identifikasi masalah yang tepat dapat menentukan prioritas perencanaan dan penganggaran sesuai dengan tujuan dan target yang akan dicapai.

E-Book Terkait

Asesmen Diagnosis

Selasa, 21/12/2021
BEL (Bantuan Eksplorasi Laman)