Topik:

Jangan Paksa Anak untuk Berhenti Membaca Buku Bergambar

Jumat, 26/02/2021 WIB   951
ilustrasi best-childrens-picture-books

Para orang tua diharapkan untuk tak memaksa anak berhenti membaca buku bergambar.

Menurut Survey Scholastic 2019 yang dilansir dari nytimes.com, 55 persen anak dari usia 6 sampai 8 tahun merupakan pembaca setia buku bergambar.

Sedangkan, 11 persen dari mereka masih membacanya ketika mereka berusia 15 sampai 17 tahun.

Mengacu pada survey tersebut, para orang tua dapat membiarkan anak memilih bacaan yang mereka sukai, tak terkecuali buku bergambar.

Para penerbit pun mengerti situasi ini.

Paham dengan kompetisi yang sulit dengan banyaknya video game dan internet, para penerbit mulai berlomba-lomba menerbitkan buku bergambar ke arah baru.

Misalnya, buku biografi anak yang kini dipenuhi dengan gambar maupun  beragam ilustrasi.

Contoh lainnya ada ensiklopedia visual, buku-buku berbasis fakta, hingga buku tentang luar angkasa yang juga dipenuhi gambar.

Keberadaan mereka sama-sama menarik dan dapat merangsang imajinasi anak seperti aplikasi-aplikasi lainnya di era sekarang.

Buku bergambar mengubah anak yang tak bisa membaca jadi bisa “membaca”, sedangkan yang suka membaca jadi ketagihan membaca.

Sebab itu, kita tak bisa menjauhkan mereka dari buku bergambar.

Orang dewasa pun sama, masih banyak dari kita yang menikmati bacaan berbasis visual.

Seperti buku komik, novel grafis, komik online, bahkan Instagram Stories ataupun video TikTok sekalipun, hal-hal itu termasuk sebagai buku bergambar bagi orang dewasa.

(Bagus Priambodo/Sumber: The New York Times/Foto atau ilustrasi dipenuhi dari Google Image)

BEL (Bantuan Eksplorasi Laman)