Topik:

Inovasi Belajar bersama Artificial Intelligence, Bantu Anak Lebih Aktif dan Interaktif

Rabu, 03/11/2021 WIB   1034
Norila

Belajar melalui komputer, tablet, atau ponsel, menjadi hal biasa untuk anak, terutama di era pandemi yang membuat proses pembelajaran menjadi serba daring.

Namun, Nesra Yannier, pengajar di Carnegie Mellon University, Pittsburgh, menjadikan proses belajar daring ini menjadi lebih menarik.

Nesra membuat sistem belajar bernama NoRILLA yang menggabungkan cara belajar dunia nyata dan virtual melalui Artificial Intelligence (AI).

“Di generasi ini, mereka sering melihat layar gawai dalam kehidupannya, rentang perhatian mereka juga semakin rendah,” ujarnya dalam Science Podcast yang disiarkan pada Jumat (1/10/2021).

“Jadi, kami membutuhkan cara untuk melibatkan mereka, seperti menggunakan interaksi teknologi tetapi juga membutuhkan teknologi yang dimasukkan ke dalam dunia fisik.”

“Mereka secara aktif dapat mengeksplorasi dan memikirkan berbagai hal daripada hanya menekan tombol di layar.”

Nesra melanjutkan, melalui NoRILLA anak-anak dapat melakukan kegiatan di dunia nyata dengan pantauan dari AI.

Artificial Intelligence ini akan melacak apa yang mereka lakukan di dunia nyata dan memberikan masukan adaptif yang dipersonalisasi untuk membimbing mereka saat mereka melakukannya di masa mendatang,” jelasnya.

Contohnya, NoRILLA memiliki meja gempa yang dilengkapi dengan kamera untuk mengamati respon anak saat mereka berekspiremen dengan meja tersebut, nantinya masukan dapat dilihat melalui tablet.

Karakter gorila yang menjadi maskot NoRILLA pun memberikan pertanyaan untuk anak tentang apa yang akan terjadi jika mejanya bergetar, lalu mereka dapat menjawab dengan prediksi mereka sendiri.

AI pun kemudian memberi jawaban apakah prediksi mereka benar atau salah, ia juga membantu mereka untuk lebih memahami alasan dari jawaban tersebut.

“Idenya adalah mereka melakukan eksplorasi fisik, tetapi ada juga bimbingan interaktif yang membantu mereka berpikir dan memahami prinsip-prinsip yang mendasarinya,” ungkapnya.

Menurut penelitian yang mereka lakukan, anak akan belajar lima kali lebih banyak dengan dukungan AI dari interaksi realitas campuran ini, dibandingkan dengan interaksi yang hanya berbasis di layar komputer atau tablet saja.

“Ketika mereka melakukan eksperimen fisik ditambah panduan dari AI, mereka belajar dan memahami konsep secara signifikan lebih baik dan juga dapat diterapkan di dunia nyata,” katanya.

Nesra Yannier pun menyarankan sekolah untuk membuat ruang kreatif yang bisa diisi dengan sistem belajar seperti NoRILLA.

“Beberapa guru (yang telah menggunakan sistem belajar ini) memberi tahu kami bahwa mereka membantu anak-anak memahami alasannya daripada sekedar memberikan jawaban setelah mereka mulai menggunakannya.”

(Bagus Priambodo/Sumber: Science Podcast/Foto atau ilustrasi dipenuhi dari  Google Image)

BEL (Bantuan Eksplorasi Laman)