Topik:

Guru Bebas Berkreasi dalam Mengajar Selama Pandemi

Senin, 22/02/2021 WIB   1503
TAIWAN cover-1

Keberhasilan Taipei dalam mengelola pendidikan di masa pandemi Covid-19 tak terlepas dari peran para guru. Di tengah kebijakan menutup sementara sekolah selama 2 minggu apabila ada warga sekolah yang positif Covid-19, para guru diberi kebebasan untuk membuat inovasi dalam proses pembelajaran jarak jauh.

Selain kebebasan membuat inovasi, para guru juga diperbolehkan menentukan jadwal belajar sekalipun itu di hari libur. Sebagai contoh, para guru SMA di sana diberi kewenangan untuk memanfaatkan libur akhir pekan maupun libur musim panas untuk mengganti pertemuan yang mungkin pernah ditunda lantaran Covid-19.

Dalam hal inovasi, contoh positif yang bisa dibagikan adalah guru di Taipei juga kerap mengajar secara online dari tempat-tempat yang menarik. Misalnya, dari sebuah tempat bersejarah yang relevan dengan topik yang sedang mereka ajarkan kepada para siswa. Para guru tersebut tak keberatan untuk meluangkan lebih banyak waktu melakukan perjalanan dan mengeluarkan biaya tambahan untuk mendatangi tempat-tempat tersebut.

Meski demikian, bagi para guru tersebut juga telah disediakan pelatihan-pelatihan yang dapat membantu mereka memahami cara menggunakan platform-platform pembelajaran yang disediakan oleh sekolah, NGO, maupun pemerintah. Menariknya, para guru tersebut diberi kebebasan untuk memilih platform yang paling cocok untuk mereka. Selain itu, untuk memastikan agar kegiatan belajar dari rumah semakin maksimal, cara penggunaan platform tersebut juga disosialisasikan secara intensif kepada para orangtua siswa agar mereka juga memahami dan dapat membantu anak-anak mereka memanfaatkannya selama belajar dari rumah.

Terhadap para siswa, pemerintah Taipei serta sekolah memberikan kesempatan kepada mereka yang merasa kesulitan mengikuti pembelajaran, untuk mengikuti kelas tambahan. Kelas tambahan tersebut memang menyasar para siswa dengan perolehan nilai yang rendah, serta digelar di sela-sela pergantian kelas maupun setelah kegiatan pembelajaran reguler berakhir, bahkan selama libur musim panas. Yang membuat para siswa tak segan bergabung dalam kelas tersebut adalah kemasan pembelajaran  yang dibuat secara menarik dan diselipi dengan aktivitas-aktivitas yang menyenangkan.

Tantangan

Berbagai terobosan yang dibuat otoritas pendidikan di Taipei selama masa pandemi Covid-19, bukannya berlangsung tanpa tantangan. Setidaknya terdapat beberapa hal yang dianggap sebagai tantangan penting.

Pertama, membangun koordinasi yang baik antara pemerintah pusat dan pemerintah lokal dalam pendistribusian bahan-bahan ajar serta perangkat-perangkat teknologi yang dibutuhkan untuk pembelajaran jarak jauh. Dalam hal ini, pemerintah juga ditantang untuk menyediakan jaringan internet yang berkualitas melalui kerjasama dengan perusahaan-perusahaan penyedia jasa telekomunikasi.

Kedua, mereka juga mesti memikirkan bagaimana cara mengintegrasikan sumber pembelajaran online yang disediakan oleh pemerintah maupun pihak swasta, serta memastikan sumber-sumber pembelajaran tersebut dapat diakses oleh semua siswa dan guru.

Tantangan ketiga adalah memastikan semua anak dan semua sekolah memiliki akses terhadap bahan ajar yang menjadi referensi dalam pelaksanaan latihan-latihan soal.

Sedangkan tantangan keempat adalah bagaimana menyederhanakan prosedur dan protokol kesehatan sembari tetap memastikan sekolah menjadi tempat yang aman. Dengan penyederhanaan tersebut, mereka berharap sekolah tak hanya menjadi tempat yang aman dan sehat, tetapi juga menentramkan..

Tantangan terakhir, menyediakan panduan langsung dan pengembangan profesional untuk melengkapi (membekali) para guru dengan keterampilan dan kompetensi yang penting untuk diterapkan dalam pembelajaran jarak jauh.

(Bagus Priambodo/Sumber: OECD/Foto atau ilustrasi dipenuhi dari Google Image)

BEL (Bantuan Eksplorasi Laman)