Topik:

Guru, Ambillah Sejenak Waktu Setiap Hari untuk Merefleksikan Pengalaman Mengajar

Senin, 22/03/2021 WIB   4165
norwayyyy

Guru yang meluangkan waktu setiap hari untuk merefleksikan kembali apa yang berhasil dan gagal diterapkan di kelas, akan dapat melakukan asesmen yang lebih baik untuk pengembangan, dan dapat membuat penyesuaian-penyesuaian yang dibutuhkan.

Hal itu disampaikan oleh Megan Collins, seorang guru dan konsultan pendidikan dalam artikel yang dia publikasikan melalui laman edutopia.org

Menurut Collins, hal ini menjadi lebih penting lagi diterapkan oleh para guru di masa pandemi. Pasalnya, pandemi Covid-19 ini memaksa para pendidik untuk bekerja lebih keras membuat pelajaran yang mereka sampaikan menjadi lebih menarik, sekaligus di saat bersamaan mereka harus memperhatikan kesehatan mental mereka sendiri serta kesehatan para siswanya. Selain itu, mereka diminta untuk beralih antara lingkungan belajar tatap muka dan online, seringkali pada saat yang bersamaan.

Karena itulah, mengembangkan praktik reflektif adalah alat penting untuk para guru. Di sini para guru harus terus menerus melakukan evaluasi dan mengetahui apa yang berhasil diterapkan di kelas mereka dan apa yang tidak. Melalui pendekatan yang lebih formal, mereka mungkin mulai mengasah praktik mereka, berkolaborasi dengan rekan kerja, dan mulai mengembangkan cara untuk menerjemahkan keterampilan praktis dari ruang kelas konvensional ke ruang pembelajaran digital.

Dalam menerapkan praktik reflektif ini, Collins menawarkan beberapa panduan. Pertama, guru dapat membuat jurnal atau catatan reflektif. Dalam hal ini, guru diarahkan untuk menyusun daftar cara atau praktik pembelajaran yang berhasil mereka terapkan di kelas dan daftar cara pembelajaran yang gagal. Tentunya dengan jurnal akan membantu memberikan para guru peluang untuk melakukan perbaikan-perbaikan.

Saat menyusun jurnal reflektif, ada beberapa pertanyaan reflektif yang mesti dijawab. Misalnya, dalam hal pembelajaran siswa, apa yang sebenarnya berhasil selama pelajaran ini? Apa yang tidak? Apa yang membuktikan bahwa siswa benar-benar belajar?, lalu keterampilan mengajar apa yang saya gunakan untuk mempromosikan pembelajaran? Pertanyaan lainnya, adakah momen di mana saya benar-benar terhubung dengan seorang siswa?

Pertanyaan-pertanyaan tersebut tidak membutuhkan banyak waktu untuk dijawab. Namun, saat menulis, cobalah untuk menuliskan detail sebanyak mungkin dan cobalah merefleksikan aspek pelajaran yang berhasil serta yang gagal. Dua hal tersebut, sama-sama penting untuk dijawab.

Apabila guru saat ini mengajar tatap muka, renungkan pelajaran melalui lensa pengajaran virtual. Pertanyaan seperti “bagaimana saya dapat mentransfer apa yang berhasil dalam pelajaran ini ke pengalaman online?” akan membantu guru membangun pengalaman mengajar secara online berdasarkan keberhasilan secara langsung. Refleksi ini juga akan membantu guru berpikir secara strategis tentang peralihan ke pembelajaran jarak jauh dan mempersiapkan guru sebelum melakukan penyesuaian apa pun.

Setelah menyusun jurnal reflektif, juga disarankan kepada para guru untuk menciptakan pertanyaan panduan. Hal ini bisa dimulai dengan mengembangkan pertanyaan seputar observasi diri. Misalnya, mungkin guru menyadari bahwa mereka tidak memiliki cukup waktu untuk memeriksa setiap siswa selama pelajaran.

Contoh pertanyaan panduan untuk situasi ini mungkin termasuk yang berikut:

  • Bagaimana saya dapat menciptakan lebih banyak momen dalam pelajaran ini untuk bekerja secara pribadi dengan siswa?
  • Bagaimana saya bisa memasukkan lebih banyak cara untuk memeriksa pemahaman?
  • Bagaimana saya dapat menyediakan cara bagi siswa untuk mendukung satu sama lain?
  • Bagaimana saya dapat terhubung dengan setiap siswa saat mengajarkan pelajaran ini secara online?

 Menurut Collins, penting untuk memastikan bahwa guru tidak membuat pertanyaan panduan terlalu luas. Artinya, semua ini harus mengacu pada penyesuaian di praktik yang dapat diterapkan segera. Ingatlah bahwa dalam hal ini, kita sedang ingin membuat pertanyaan yang dapat dinilai melalui hasil yang dapat diamati.

Selanjutnya, yang tak kalah penting adalah melibatkan kolega atau rekan kerja untuk bergabung dalam proses ini. Bagi para guru, jika jenis interaksi ini baru bagi anda berdua, luangkan waktu untuk mengenal satu sama lain secara profesional. Bandingkan gaya mengajar anda, termasuk kekuatan anda serta bidang anda untuk berkembang.

Proses membangun hubungan ini tidak perlu waktu berbulan-bulan untuk mencapainya. Kuncinya adalah terlibat dalam percakapan yang bijaksana, jujur, dan fokus sejak awal. Bagikan pertanyaan panduan anda. Kemudian, bekerja sama dan pikirkan solusi yang bisa diterapkan.

Dalam diskusi ini, cobalah ketahui beberapa hal ini:

  • Pernahkah anda memiliki pengalaman serupa di kelas anda?
  • Apakah anda memiliki strategi yang berhasil anda gunakan?
  • Adakah strategi yang menurut anda akan berhasil tetapi tidak berhasil?
  • Bagaimana anda menangani situasi ini di kelas online?
  • Akankah solusinya terlihat berbeda?

Mendiskusikan keberhasilan dan kegagalan yang berkaitan dengan praktik anda memungkinkan diskusi yang lebih kaya. Diskusi ini dapat dilakukan secara tatap muka atau online. Gunakan waktu bersama untuk berbagi pengetahuan, menciptakan inspirasi, dan membuat solusi cepat untuk menjawab pertanyaan panduan anda.

Setelah berdiskusi, cobalah melibatkan kolega tersebut untuk mengamati pelajaran yang baru anda edit. Gunakan pertanyaan panduan untuk membentuk fokus pekerjaan observasi. Sekali lagi, observasi kolegial ini dapat dilakukan secara langsung atau online. Dengan bekerja dengan guru lain melalui cara ini, anda membangun agensi, mengembangkan empati dengan rekan kerja, dan menambah pengetahuan kolektif di sekolah.

Terakhir, penting diketahui bahwa pengembangkan praktik reflektif perlu disengaja. Terlibat dalam praktik ini akan membantu para guru menyeimbangkan pola pikir reflektif dengan penyesuaian yang dapat ditindaklanjuti serta mendorong mereka tetap gesit dan terkendali selama masa-masa pandemi yang tak menentu seperti ini.

(Bagus Priambodo/Sumber: Edutopia/Foto atau ilustrasi dipenuhi dari Google Image)

BEL (Bantuan Eksplorasi Laman)