Topik:

Menumbuhkan Gairah Literasi di SDN Glagahsari Tuban

Sabtu, 09/04/2022 WIB   840
Picture11

Sebagai Kepala Sekolah saya sangat antusias terhadap kegiatan literasi di sekolah dengan mendukung, memfasilitasi dan membangun kesadaran tentang pentingnya budaya literasi kepada seluruh guru dan siswa dalam bentuk pembinaan, sosialisasi, atau melaksanakan workshop GLS (Gerakan Literasi Sekolah).

Di SDN Glagahsari, Kec. Soko, Tuban terdapat 1 ruang khusus untuk siswa berkarya/berkreativitas dalam bimbingan wali kelas masing-masing. Ruang literasi tersebut merupakan Laboratorium Literasi SDN Glagahsari.

Terdapat beberapa kegiatan yang kental dengan gerakan literasi di sekolah. Diantaranya lomba mewarnai sekolah, storytelling Kak Awan dan Kak Bambang. Kegiatan ini dilakukan untuk menggali minat dan bakat siswa.

Selain itu ada pula kegiatan membuat karya berupa kerajinan tangan siswa yang terbuat dari gedebog kering

Berbicara soal literasi, minat baca dan menulis anak-anak saat ini masih minim dan perlu perhatian seluruh pihak, baik dari pemerintah daerah, stakeholder pendidikan maupun tokoh masyarakat

Melihat fakta itu saya dan teman-teman tergerak untuk meningkatkan literasi di internal maupun eksternal SDN Glagahsari dengan mendirikan sebuah sanggar literasi yang di beri nama “Sanggar Literasi Bu Okta”. Sanggar literasi ini menggiatkan baca dan tulis di masyarakat khususnya anak-anak sekolah agar nantinya geliat literasi selalu terjaga dengan baik.

Melalui sanggar tersebut diharapkan dapat menghasilkan anak-anak yang memiliki kemampuan literasi tinggi serta bermanfaat bagi masyarakat sekitar maupun dunia pendidikan.

*You must know: Apa yang Dimaksud dengan Kelas Berdiferensiasi? dan Memimpin Kelas Berdiferensiasi

Saksikan juga Peluncuran Merdeka Belajar Episode 19: Rapor Pendidikan Indonesia berikut: 

Unduh: Paparan Mendikbudristek: Rapor Pendidikan IndonesiaBuku Saku Rapor Pendidikan Indonesia untuk Daerah dan Buku Saku Rapor Pendidikan Indonesia untuk Satuan Pendidikan

Dengarkan juga Podcast MSG (Mikir Sing Genah) untuk Pendidikan di Anchor dan Spotify 

Produk unggulan sekolah

SDN Glagahsari juga melaksanakan kegiatan pendidikan lifeskill kepada siswa berupa program kewirausahaan dengan produk unggulan keripik daun jambu merah.

Tujuan pendidikan lifeskill untuk mewujudkan SDM yang unggul. SDM yang unggul adalah yang memiliki daya saing tinggi, inovatif, kreatif, dan mampu menghadapi segala tantangan yang ada melalui proses pendidikan yang kreatif di sekolah. Proses pendidikan yang kreatif inilah yang menghasilkan generasi yang kreatif, dinamis, dan inovatif yang mampu mengembangkan potensi ekonomi kreatif menjadi industri kreatif.

Produk keripik daun jambu merah khas SDN Glagahsari sudah masuk dalam berbagai macam media online. Harapan inovator, ke depannya produk ini bisa menambah pendapatan warga Desa Glagahsari Soko Kabupaten Tuban.

Pembekalan lifeskill tersebut melibatkan para ibu anggota/tim PKK Desa Glagahsari, Kecamatan Soko

Agar peserta makin termotivasi dan memiliki greget, kegiatan tersebut juga dihadiri oleh Koordinator Wilayah Pendidikan Kecamatan (Korwildikcam), Camat Soko, Kapolsek, serta Danramil Soko

Ke depan kita akan tingkatkan produksi dan perluasan market agar mudah dikenal oleh masyarakat umum

Apresiasi pun datang dari berbagai pihak, salah satunya Camat Soko

Camat Soko mengatakan, potensi dasar dari pengembangan daun jambu merah merupakan ide gagasan yang luar biasa. Pihaknya berpesan agar nantinya strategi dan manajemen produksi berikut penjualannya bisa diatur dengan baik.

Menerbitkan buku antologi sekolah

Gerakan Sekolah Menulis Buku (GSMB) adalah sebuah program pengembangan pengetahuan, kompetensi, dan kualitas karakter siswa melalui penguatan budaya literasi yang kami lakukan secara bertahap, terpadu, dan berkelanjutan.

Wujudnya berupa penerbitan buku ber-ISBN bagi seluruh karya yang dikirimkan oleh siswa dan seluruh guru.

Creative Student

Penyelenggaraan Creative Student, kami laksanakan di akhir semester 1 dan 2. Ajang ini merupakan unjuk karya siswa dalam asuhan wali kelas masing-masing.

Kegiatan tersebut juga merupakan wadah pengembangan bakat dan minat siswa.

Terdapat banyak program untuk mengembangkan 2 hal tadi di program ini yang golnya tetap mengarah pada peningkatan kualitas siswa.

Teras Perpustakaan

Keterbatasan ruang perpustakaan sebagai tempat baca tidak membuat kami surut dalam menyediakan ruang baca yang nyaman dan lebih terbuka.

Berkat kerjasama yang solid dan kreatifitas tanpa batas, kami berupaya mengubah keterbatasan menjadi kelebihan dengan membuat perpustakaan luar ruangan (outdoor library) di teras sekolah.

Teras sekolah yang selama ini kosong, akhirnya menjadi perpustakaan yang indah dan nyaman bagi para siswa untuk membaca

Dengan adanya teras perpustakaan dimasing-masing kelas, harapannya akan mampu menumbuhkan minat baca siswa secara bertahap

Tersedia beraneka buku bacaan, diantaranya hasil karya siswa sendiri.

Agar silaturahmi antar kelas terjalin baik di sekolah kami, para siswa kami ijinkan untuk saling mengunjungi teras perpustakaan kelas lain. Dengan begitu bacaan mereka pun akan makin beragam.

Setiap pagi, pada waktu istirahat atau setelah usai kelas, mereka bisa menghabiskan waktu mereka dengan membaca di teras perpustakaan mereka sendiri, mengunjungi teras perpustakaan kelas-kelas yang lain dan saling bertukar pikiran atau berdiskusi tentang bacaan yang dibuat oleh teman-temannya

Mengapresiasi karya siswa secara terbuka dan sungguh-sungguh sangatlah penting. Hal tersebut untuk mendorong mereka makin senang berliterasi.

Rencana kami berikutnya adalah membuat siswa suka menulis melalui menulis berbagai format tulisan. Bisa cerpen pengalaman pribadi, puisi, dan juga kliping tentang berbagai macam  tema pembelajaran.

Salah satu terobosan kami adalah di pembelajaran Bahasa Indonesia, siswa diarahkan untuk membuat karangan dan kemudian disusun menjadi sebuah buku sederhana sesuai dengan imajinasi mereka

Bentuk teras perpustakaan yang semula sederhana hanya berupa meja siswa yang diatasnya juga terdapat buku-buku karya anak, saat ini menjadi lemari baca kaca transparan untuk menyimpan buku-buku tadi

Lemari kaca tersebut memiliki roda dibawahnya dengan tujuan pada saat pulang sekolah bisa didorong masuk ke dalam kelas agar buku-buku tersebut tidak dicuri atau rusak terkena embun dan air hujan.

Dan paginya dapat kembali didorong keluar dari ruang kelas agar anak bisa membaca dengan santai di teras kelasnya masing-masing

Memanfaatkan kearifan lokal gedebog pisang kering

 Di sekitar sekolah terdapat banyak sekali pohon pisang milik warga. Hampir semua siswa di SDN Glagahsari juga mempunyai pohon pisang di rumahnya. Pohon pisang merupakan pohon yang sangat banyak manfaatnya. Selain buahnya, ternyata pelepah dari pohon pisang pun juga sangat bermanfaat. Salah satunya adalah untuk membuat kerajinan dari pelepah pisang.

Pembekalan lifeskill education kepada siswa yang juga dilakukan sekolah kami berupa pembuatan kerajinan dari pelepah pisang agar di kemudian hari mereka mampu menjadi pengusaha dan pencipta lapangan pekerjaan, salah satunya sebagai pengrajin dan pengusaha kerajinan berbahan dasar kearifan lokal tersebut

Handmade book karya siswa

Dalam masa pandemi Covid-19 kami memiliki cara unik dalam proses pembelajaran (dalam menumbuhkan gairah literasi) yaitu memanfaatkan kertas bekas yang di sulap menjadi bahan bacaan/jurnal siswa yang di beri nama Handmade book.

Melalui hal ini, kami fokus pada inovasi pembuatan buku bacaan siswa yang kemudian produk literasi tersebut kami taruh di teras perpustakaan kelas.

Demikianlah kilasan upaya-upaya saya dan teman-teman pendidik dan tenaga kependidikan di SD kecil ini.

Semoga bisa menjadi pelecut semangat khususnya bagi kami dalam memberikan pengabdian yang maksimal kepada tunas-tunas bangsa.

(Oktian Ika Ardhiani – Kepala Sekolah SDN Glagahsari, Kec. Soko, Tuban/Foto atau ilustrasi dipenuhi dari Dokumentasi Kegiatan SDN Glagah Sari, Kec. Soko, Tuban)

BEL (Bantuan Eksplorasi Laman)