Topik:

Cara Sukses dan Aman Mengadakan Kelas Outdoor di Masa Pandemi

Selasa, 13/04/2021 WIB   1720
zzz outdorrrr

Pandemi Covid-19 memaksa munculnya terobosan-terobosan baru dalam pembelajaran yang aman namun tetap efektif sekaligus menyenangkan. Salah satu yang patut dicoba adalah mengadakan pembelajaran tatap muka secara outdoor atau di alam terbuka. Selain dinilai lebih aman dibandingkan pembelajaran di dalam kelas, kelas outdoor juga dianggap mampu mengurangi gap pembelajaran yang terjadi karena Covid-19.

Dikutip dari out-teach.org, aktivitas di luar ruangan memang terbukti dapat mengurangi potensi transmisi Covid-19 secara drastis. Selain itu, kelas outdoor juga dapat menjadi jawaban bagi kendala teknis seperti akses internet dan perangkatnya.

Pertemuan tatap muka secara outdoor juga menjadi jawaban dari dampak-dampak yang telah ditimbulkan oleh pandemi Covid-19. Perlu diketahui, para pakar memperkirakan pandemi Covid-19 telah membuat siswa kehilangan waktu sepertiga tahun yang mereka miliki untuk membaca dan setengah tahun porsi pembelajaran matematika. Bahkan, sebanyak 80 persen guru mengatakan bahwa siswa-siswa mereka lebih sedikit belajar selama mengikuti pembelajaran jarak jauh. Dengan menggelar pembelajaran tatap mmuka secara outdoor, diharapkan para siswa dapat mendapatkan kembali pengalaman atau kesempatan untuk meningkatkan berbagai skill yang dibutuhkan di abad ke-21.

Namun, memulai pembelajaran outdoor bukan sesuatu yang mudah. Banyak hal yang harus dipikirkan dan dipertimbangkan agar kegiatan itu dapat berlangsung aman, efektif, dan efisien. Untuk membantu para pendidik menerapkan pembelajaran tatap muka secara outdoor yang berhasil, out-teach.org memberikan beberapa panduan yang mungkin bisa diterapkan.

Pertama, guru yang berencana menggelar pembelajaran tatap muka secara outdoor harus mengidentifikasi jenis-jenis ruangan outdoor yang mereka butuhkan atau yang bisa mereka manfaatkan. Jenis-jenis ruangan ini berpengaruh terhadap bagaimana kelas itu nantinya dapat berlangsung. Misalnya, bagaimana bila area yang dapat dipakai adalah area lapangan basket di sekolah? Atau adakah ruang terbuka hijau di sekitar sekolah yang dapat dimanfaatkan? Bagaimana pula topografinya? Dengan melakukan identifikasi seperti ini, guru akan dapat memilih instruksi-instruksi yang paling efektif untuk diterapkan.

Kedua, setelah mengidentifikasi jenis area yang dapat dimanfaatkan, perlu bagi guru untuk melakukan pengelolaan waktu untuk setiap kelas yang dipimpin. Guru harus membuat jadwal pertemuan outdoor untuk setiap kelas agar tidak saling bentrok. Sebagai gambaran pula, umumnya pelajar yang sudah remaja, bisa bertahan sekitar 2 jam belajar di ruang terbuka. Sementara bagi siswa yang masih kanak-kanak, waktu antara 30 hingga 45 menit dirasa cukup.

Ketiga, pertimbangkan faktor cuaca. Hal ini penting karena perubahan cuaca yang seketika, dapat menyebabkan pertemuan tersebut terganggu. Apabila ada potensi hujan, pertimbangkan untuk menggunakan tenda atau menunda jadwal pertemuan. Apabila cuaca cukup terik, tak ada salahnya menyiapkan kipas angin agar pembelajaran dapat tetap berlangsung dengan nyaman. Bila perlu, siapkan rencana cadangan dengan mempersingkat waktu pertemuan dan memaksimalkan waktu yang ada untuk memberikan materi yang berkualitas.

Keempat, yang tak kalah penting adalah menyiapkan perlengkapan keselamatan. Misalnya, kotak P3K, panduan keselamatan, hingga peralatan komunikasi. Perlengkapan tersebut semakin diperlukan apabila pembelajaran dilakukan di luar lingkungan sekolah.

Kelima, selain perlengkapan keselamatan, juga penting untuk memastikan tersedianya sarana-sarana pendukung, misalnya buku, pensil dan pulpen, papan tulis, hand sanitizer, masker, hingga meja lipat untuk alas menulis. Bila perlu, guru dapat membawa pulpen atau pensil cadangan untuk mengantisipasi apabila ada siswa yang tak membawa peralatan tersebut.

Terakhir, penting pula bagi guru untuk melihat dan menguasai peta atau denah di area yang akan dijadikan lokasi pembelajaran outdoor. Dengan menguasai peta atau denah, apabila pembelajaran outdoor dilakukan di sekitar lingkungan sekolah, maka guru bisa memetakan area-area mana saja yang cukup teduh di jam-jam tertentu. Denah atau peta itu menjadi lebih bermanfaat lagi apabila pembelajaran dilakukan di area luar sekolah. Sehingga ketika terjadi potensi-potensi bahaya, guru dan para siswa bisa segera mendapat pertolongan.

(Bagus Priambodo/Sumber: Moving Learning Outdoor/Foto atau ilustrasi dipenuhi dari The New York Times)

BEL (Bantuan Eksplorasi Laman)