Topik:

Bagaimana Cara Kita Mendobrak Hambatan yang Menjadi Penghalang Penggunaan Penelitian Pendidikan (education research)?

Selasa, 27/09/2022 WIB   111
SAMSUNG CAMERA PICTURES

Jordan Hill, Analis, Direktorat Pendidikan dan Keterampilan OECD mengajak kita peduli pada pemanfaatan penelitian untuk pendidikan. Menurutnya penggunaan penelitian bisa berpengaruh ke pembelajaran, pemerataan, dan hasil akademik siswa

Poin penting:

  • Membantu guru dan pembuat kebijakan pendidikan menggunakan bukti berperan penting dalam meningkatkan pembelajaran siswa.
  • Mekanisme bertarget bisa meningkatkan penggunaan penelitian, tetapi kuantitas dan kualitas mekanisme tersebut adalah faktor pentingnya.
  • Memperkuat pemahaman tentang keberhasilan-keberhasilan apa saja yang berhasil terwujud dalam 20 tahun terakhir secara mendalam berperan penting dalam mempertajam strategi peningkatan penggunaan penelitian pendidikan di masa mendatang

Saya baru-baru ini bertemu dengan seorang guru yang tinggal di gedung apartemen yang sama dengan saya. Setelah memberi tahunya bahwa saya bekerja di bidang pendidikan di OECD, guru tersebut (dengan bercanda) menjawab: “Oh, Andalah orang yang memberi tahu saya cara melakukan pekerjaan saya!”

Mendorong praktik pengajaran dan pembuatan kebijakan berbasis bukti adalah proses yang sulit dan kompleks. “Penelitian tentang penggunaan penelitian” yang dilakukan selama 20 tahun terakhir menyimpulkan bahwa bukti tidak bisa begitu saja disodorkan pada pendidik dan pembuat kebijakan. Sebaliknya, pengguna yang potensial (dalam hal ini pendidik dan pembuat kebijakan) perlu “menggunakan” bukti itu untuk memengaruhi proses pengambilan keputusan mereka dengan cara mempertanyakan/merenungkan pengetahuan-pengetahuan yang sudah ada tentang tantangan yang mereka hadapi

Apakah penggunaan penelitian pendidikan penting?

Pendidikan berbasis penelitian bisa meningkatkan pembelajaran, pemerataan, dan hasil akademik siswa. Contohnya, 10 Prinsip Pembelajaran milik Barak Rosenshine. Penelitian ini pertama kali diterbitkan tahun 2012 berdasarkan penelitian ekstensif tentang ilmu kognitif dan praktik kelas, yang sekarang sering dijadikan elemen penting dari banyak praktik guru. Prinsip-prinsip tersebut mendorong guru untuk meninjau pembelajaran sebelumnya setiap hari serta menyediakan banyak contoh  dan worked example (langkah demi langkah yang diperlukan untuk melakukan/menyelesaikan sesuatu) tentang pengetahuan baru agar bisa mengembangkan dan mengintegrasikan pembelajaran kolektif dan pembelajaran mandiri ke dalam praktik baik pedagogi guru. Prinsip-prinsip ini juga sudah terbukti memperkuat ingatan tentang informasi yang dibutuhkan siswa di seluruh konteks pendidikan. Ini hanyalah salah satu dari banyak contoh penggunaan penelitian yang berhasil membantu praktik kelas yang bisa meningkatkan hasil akademik siswa.

Hasil analisis menunjukkan bahwa, meskipun kegunaannya sudah semakin diakui, kebijakan dan praktik yang benar-benar berbasis penelitian tetap jauh dari kenyataan. Dengan menggabungkan wawasan dari para ahli dan hasil survei kebijakan yang ekstensif dengan data yang berasal dari lebih 30 sistem pendidikan, kami berhasil mengidentifikasi apa saja hambatan dan kesempatan dalam menggunakan penelitian pendidikan dengan baik.

Mekanisme yang dirancang untuk meningkatkan penggunaan penelitian pendidikan oleh pembuat kebijakan atau praktisi memiliki peran penting. Tetapi baik kuantitas dan kualitas mekanisme itu sendiri juga sama pentingnya.

Waktu jadi tidak terasa jika Anda menggunakan penelitian. Bagaimana bisa memiliki lebih banyak mekanisme meringankan beban pekerjaan?

Keterbatasan waktu bagi individu untuk mengakses dan menggunakan penelitian adalah hambatan yang paling banyak dilaporkan dalam penggunaan penelitian. Guru sering mengeluhkan beban kerjanya yang terlalu berat jika harus menggunakan penelitian. Pembuat kebijakan mengeluhkan waktu yang mereka miliki tidak sesuai dengan waktu yang dibutuhkan untuk melakukan penelitian.

Inisiatif seperti pembentukan tim merah (red team) ilmiah tetap relatif jarang terjadi dalam pembuatan kebijakan tetapi sudah mulai dipertimbangkan. Tim merah ilmiah adalah praktik memperdebatkan keabsahan rencana, kebijakan, sistem, dan asumsi secara ketat dengan cara meminta para ahli menggunakan pendekatan yang saling bertentangan/berlawanan. Untuk kebijakan pendidikan, itu berarti menggabungkan saran dari para ahli sepanjang proses kebijakan, bukan pada waktu tertentu saja. Ini bisa mengurangi adanya bentrokan waktu. Untuk praktisi, tantangannya berbeda. Kebanyakan guru tidak memiliki banyak waktu untuk melakukan penelitiannya sendiri, jadi menugaskan satu guru lain sebagai pengganti untuk melakukannya bisa jadi solusi. Untuk alasan ini, merekrut research champion (staf partisipan yang direkrut dan tergabung dalam suatu penelitian) untuk bekerja di bawah bimbingan tim penelitian sebagai pengganti guru lain merupakan cara yang menjanjikan. Jika kebijakan di tingkat lokal, regional, atau nasional menyadari peran para research champion (mis. mengurangi beban mengajar mereka di sekolah agar bisa fokus dalam penelitian), peran mereka mungkin bisa menjadi lebih efektif. Sayangnya, hanya sekitar 1 dari 5 sistem pendidikan yang memiliki mekanisme ini.

Mengetahui hal itu, apakah kita butuh mekanisme yang lebih baik?

Inisiatif Penelitian Pengajaran dan Pembelajaran di Selandia Baru adalah contoh penerapan penggunaan penelitian yang menggunakan penelitian sebagai komponen intinya. Ini adalah organisasi pemerintah yang didirikan tahun 2003 untuk penelitian bersifat kolaborasi tentang pengajaran dan pembelajaran di sektor anak usia dini, sekolah, dan perguruan tinggi. Inisiatif ini melibatkan lebih dari 400 peneliti dan praktisi yang bertanggung jawab mengerjakan ratusan proyek dan publikasi. Hasil evaluasi menunjukkan adanya perubahan yang mendalam dan positif pada praktik mengajar.

Mekanisme berbasis proyek seperti di atas, yang mendorong interaksi dan hubungan antara para peneliti, praktisi, dan pembuat kebijakan, adalah yang paling sering digunakan untuk mendukung penggunaan penelitian dalam sistem pendidikan. Tetapi, tidak adanya hubungan baik antara kelompok-kelompok tersebut masih menjadi hambatan utama di banyak negara OECD. Hal ini menunjukkan bahwa banyak dari mekanisme yang ada saat ini tidak dirancang untuk meningkatkan penggunaan penelitian atau untuk berjalan secara efektif.

Selain memiliki mekanisme yang tepat, penting juga untuk memahami apa saja yang bisa membuat mekanisme ini berjalan efektif. Sekitar setengah dari negara-negara yang tergabung dalam OECD memiliki lembaga khusus untuk mempermudah penggunaan penelitian pendidikan dengan cara meningkatkan akses dan menentukan target capaian (hasil akhir) yang rasional (jadi capaiannya ditentukan sesuai ukuran kemampuan, bukan di luar kemampuan). Beberapa lembaga yang sudah berdiri lama dan dikenal luas adalah Education Endowment Foundation (EEF) di Inggris Raya (UK). Yang lainnya masih tergolong baru, seperti Australian Education Research Organisation (AERO) yang didirikan tahun 2020. Tetapi, hanya 3,5% inisiatif pendidikan seperti ini yang mempublikasikan hasil evaluasinya untuk umum.

Masih ada kesempatan besar untuk meningkatkan mekanisme yang sudah ada guna memperkuat penggunaan penelitian—dan memengaruhi rancangan mekanisme baru—dengan memahami apa saja yang sudah berhasil dicapai sebelumnya. Inilah saatnya untuk mempertimbangkan baik-baik inisiatif-inisiatif ini dengan melakukan meta analisis (suatu teknik statistika yang mengabungkan dua atau lebih penelitian sejenis sehingga diperoleh paduan data secara kuantitatif) yang lebih berkualitas. Jika kita membayangkan “penelitian tentang penggunaan penelitian” dalam 20 tahun mendatang, akankah guru di tahun 2042 menganggap penelitian terlalu “memaksa”?

Catatan: “Memaksa” dalam artian terlepas dari banyaknya hambatan yang ada untuk menerapkan penggunaan penelitian, mungkin ada yang mengganggap di tahun 2022 ini penggunaan penelitian cenderung masih terkenal “memaksakan”

(Diterjemahkan oleh Bagus Priambodo/Sumber terjemahan: OECD/Foto atau ilustrasi dipenuhi dari Google Image)

BEL (Bantuan Eksplorasi Laman)