Topik:

Anak Belajar Lebih Cermat melalui Ilustrasi di Buku Bergambar

Kamis, 25/02/2021 WIB   1346
ilustrasi 18Paul-R-jumbo

Keberadaan buku bergambar dapat membuat anak memahami bahwa buku itu memang diciptakan untuk mereka.

Ilustrasi anak dalam buku bergambar, misalnya, yang digambarkan dari bermacam-macam ras, gender, kelas, agama, hingga keberagaman daerah di dunia, membuat sang anak yang melihatnya dapat merasakan kedekatan dengan ilustrasi tersebut karena keberagaman tadi.

Namun tak hanya sampai ‘buku bergambar untuk semua anak’

Salah satu kelebihan lain buku bergambar adalah memudahkan anak untuk memahami cerita.

Anak yang belum dapat membaca bisa mengerti alur cerita dari ilustrasi yang ada di buku bergambar.

Contohnya seperti dilansir dari  nytimes.com dalam buku anak bergambar “Goodnight Moon”.

Mereka memahami cara tikus masuk ke dalam kamar tidur melalui ilustrasi yang disuguhkan.

Begitu juga dengan detail-detail ilustrasi dalam buku anak “In the Night Kitchen”.

Dengan adanya ilustrasi di buku bergambar, anak jadi bisa “membaca” meski sejatinya ia belum bisa membaca huruf.

Melalui imajinasinya, mereka dapat menikmati cerita dalam buku tersebut dari alur yang diciptakan ilustrasinya.

Itulah sebabnya terkadang anak meminta kita tak buru-buru membalik halaman ketika kita membacakan buku cerita pada mereka, atau membalik halaman sebelumnya untuk mengamati lebih dalam ilustrasi di buku bergambar sembari kita membacakannya.

Itu juga lah alasan mengapa mereka tak bosan membaca buku bergambar yang sama berulang kali.

Dari buku bergambar, anak dapat belajar membaca dengan cermat melalui ilustrasi.

Para pengajar menyebut buku bergambar sebagai “Literasi Visual”.

“Literasi Visual” tak hanya sekedar membaca gambar, tapi juga memahami komunikasi serta interaksi yang ada di buku tersebut.

(Bagus Priambodo/Sumber: The New York Times/Foto atau ilustrasi dipenuhi dari Google Image & The New York Times)

BEL (Bantuan Eksplorasi Laman)