Topik:

4 Strategi Instruksional yang Efektif untuk Para Siwa yang Kesulitan Membaca

Selasa, 30/11/2021 WIB   503
sulit bacaaaaah

Membaca adalah landasan literasi dan pendidikan secara keseluruhan (umum). Ini sering dianggap sebagai kunci untuk membuka segudang pemahaman dalam kehidupan anak muda yang akan menyiapkan mereka untuk sukses. Namun, membaca tidak mudah bagi beberapa siswa dan menentukan strategi pembelajaran yang efektif untuk pembaca yang kesulitan adalah masalah yang 66% guru anggap sebagai salah satu masalah terpenting yang dihadapi pendidik saat ini.

Strategi berikut bertujuan untuk membantu guru yang ingin melibatkan siswa mereka dan mengembangkan kecintaan mereka pada membaca.

Membaca bersama-sama

Ketika para siswa diminta untuk bergantian menyampaikan bacaan dengan keras di depan kelas, hal ini dapat menjadi momen yang mengerikan bagi para siswa yang tidak percaya diri terhadap kemampuan membaca mereka.

Penelitian telah memperlihatkan bahwa Choral Reading – dimana guru dan para siswa membaca bersama-sama dengan keras, mendorong semua siswa untuk berpartisipasi karena kesalahan yang terjadi akan tertutupi oleh anggota kelas yang lain. Hal ini akan membangun rasa percaya diri para siswa dan memberikan peluang bagi mereka untuk mengambil resiko lebih dibandingkan dengan jenis pengaturan (model) membaca yang lain.

Bertukar pilihan bacaan guru dengan siswa.

Sementara saat guru sangat baik dalam memilih teks yang bagus bagi siswa dengan tingkat membaca yang sesuai, tidak ada yang dapat mengalahkan minat serta ketertarikan siswa, ketika mereka sendiri yang memilih bacaannya.

Membiarkan siswa memilih buku mereka sendiri, memberinya kepemilikan dan juga kebebasan dalam pilihan bacaan justru akan dapat menumbuhkan kecintaan mereka seumur hidup terhadap sastra (bacaan)

Bermitra dengan siswa lintas kelas

Pada sebuah penelitian yang dilakukan oleh pendidik literasi (keaksaraan) memperlihatkan adanya dampak yang besar dari sistem kemitraan antar siswa terhadap pencapaian akademis mereka. Dimana sistem teman belajar antara siswa lebih tua berprestasi baik, dengan siswa lebih muda yang memiliki kesulitan belajar, akan menghasilkan suatu peningkatan yang signifikan. Siswa yang lebih muda akan menjadikan siswa yang lebih tua sebagai panutan. Selain itu mereka juga mendapati siswa yang lebih tua, memiliki simpati yang lebih terhadap upaya keras mereka (siswa lebih muda) dalam memahami suatu bacaan. Hal ini akan menghasilkan sebuah situasi yang nyaman bagi mereka untuk berlatih dan bereksplorasi. Manfaat yang didapat tidak hanya terhadap peningkatan kemampuan membaca siswa yang lebih muda,namun siswa yang lebih tua juga mendapatkan manfaat dari pengayoman ini. Lebih jauh, beberapa siswa yang memiliki masalah perilaku juga menunjukkan peningkatan (perbaikan perilaku/karakter).

*Catatan: ‘teman belajar’ yang dimaksud di atas semisal di jenjang SD, dapat memasangkan/mengkolaborasikan antara siswa SD kelas bawah yang mengalami kesulitan belajar (membaca) dengan siswa SD kelas atas yang memiliki pemahaman bagus dalam membaca 

Pra-mengajar kosakata dan ejaan

Ketika mengenalkan suatu bacaan baru kepada siswa, kita bisa membuat daftar kosa kata baru yang nantinya akan ditemui siswa, dan memberikan daftar tersebut sebelum siswa mulai membaca. Mengajak siswa untuk terbiasa dengan kosa kata baru dengan menjelaskan pengertian kata-kata tersebut dan mengajak siswa berpartisipasi dalam permainan kata, dapat mengurangi kebingungan ketika siswa menemui kata baru dalam suatu bacaan. Melatih perbendaharaan kata dapat meningkatkan kepercayaan diri, pemahaman serta kefasihan siswa dalam membaca dan memahami isi bacaan

(Winda Scorfi Anggraienna/Sumber terjemahan: Literacy Planet/Foto atau ilustrasi dipenuhi dari Google Image)

BEL (Bantuan Eksplorasi Laman)